Biro Perjalanan Ini Tawarkan Paket Wisata "Voluntourism" ke Flores...

Kompas.com - 15/04/2016, 09:01 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Liburan ke tempat wisata lalu berswafoto atau selfie mungkin sudah banyak dilakukan. Namun, ketika interaksi dengan masyarakat menjadi penting, itulah yang hal lain yang bisa menjadi pilihan saat liburan.

Sebuah biro perjalanan wisata yakni Travel Sparks menawarkan pengalaman berwisata sambil berbagi pengalaman bersama masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah voluntourism. Wisatawan bisa berwisata sambil memberikan pengalaman seperti bercerita pengalaman kerja, mengajar anak-anak bahasa asing, dan pengalaman-pengalaman lain.

“Kita tawarkan perjalanan ke Flores. Wisatawan bisa merasakan budaya setempat dan bisa meninggalkan dampak positif khususnya,” kata Founder & CEO Travel Sparks, Nila Tanzil dalam acara Media Briefing di Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Ia menambahkan, wisatawan nantinya juga akan diajak mengunjungi perpustakaan Taman Bacaan Pelangi yang tersebar di Flores. Di sanalah berbagai aktivitas bersama masyarakat akan dilaksanakan.

KOMPAS.com / MARKUS MAKUR Para siswa SMP Katolik Waemokel menyiapkan bambu untuk mementaskan tarian Kerangkuk Alu di Panggung Upacara Waelengga, Kecamatan Kota Komba. Tarian ini selalu dipentaskan siswa dalam berbagai upacara di Kota Komba, Manggarai Timur, Flores, NTT.
“Wisatawan bisa mengatur rencana perjalanannya. Misalnya mau paket empat hari tiga malam, bisa live on board, dan tergantung minatnya liburannya,” ungkapnya.

Jika operator wisata lain menawarkan dalam bentuk open trip maka berbeda dengan Travel Sparks. Nila menyebutkan, wisatawan bisa pergi walaupun sendiri maupun dua orang.

“Tapi ya semakin banyak yang ikut kan tentu bisa lebih murah” pungkas dia.

Wisatawan bisa memilih obyek-obyek wisata yang ada di Pulau Flores mulai dari Labuan Bajo hingga Lembata. Perjalanan juga bisa disesuaikan dengan moda transportasi yang diinginkan di Flores. Jadi bisa dibilang mahal atau murah adalah tergantung rencana perjalanan yang akan dilakukan.

"Wisatawan bisa akses website travelsparks.co dan nanti akan dikirimkan email yang berisi pertanyaan yang harus diisi untuk rencana perjalanan," tutur Nila.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Turis meniup musik bambu Bombardom di Kampung Adat Tololela, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Travel Sparks adalah sebuah perusahaan biro perjalanan wisata dalam bentuk social enterprise pertama di Indonesia, resmi diluncurkan Kamis (14/4/2016).

Dengan konsep “Travel With A Cause”, Travel Sparks mengajak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berlibur sambil berbagi kepada masyarakat setempat.

Taman Bacaan Pelangi, sebuah organisasi nonprofit yang mendirikan perpustakaan anak-anak
di daerah-daerah terpencil di Indonesia Timur. Profit dari Travel Sparks nantinya sepenuhnya disalurkan kepada Taman Bacaan Pelangi.

Misi sosial dari Travel Sparks adalah meningkatkan literasi di Indonesia Timur dan perekonomian masyarakat setempat, khususnya di Flores, NTT, melalui industri pariwisata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Travel Update
Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Travel Update
Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Travel Promo
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

Travel Update
7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal 'Road Trip'

7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal "Road Trip"

Travel Tips
5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

Travel Promo
Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Travel Update
Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Travel Update
Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Travel Tips
Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Travel Update
Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Travel Update
11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

Jalan Jalan
Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Travel Update
Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.