Kompas.com - 27/05/2016, 06:04 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F

KAMPUNG Potrojayan, Serengan, Solo dikenal sebagai sentra pembuatan blangkon. Memasuki kampung tersebut, tampak warga sedang sibuk berkutat dengan kain batik.

Ternyata kain tersebut akan digunakan sebagai bahan pembuatan blangkon. Blangkon yang hampir jadi, dijemur di bawah terik matahari.

Ada sekitar 25 rumah di kampung tersebut yang memproduksi blangkon. Menurut seorang perajin blangkon di Potrojayan, Wardoyo, kakeknya adalah orang pertama yang mengajari warga membuat blangkon.

"Awalnya kakek saya, Mbah Joyo itu setelah pindah dari Baluwarti (kawasan Keraton Kasunanan Surakarta) mengajari warga Potrojayan membuat blangkon, lama-lama semua juga memproduksi," kata Wardoyo di rumah produksi blangkon Kaswanto, Kamis (26/5/2016).

Ketika di Baluwarti, Mbah Joyo hanya membuat blangkon untuk keraton. Seiring waktu berjalan, pada tahun 1970 Mbah Joyo pindah ke Potrojayan dan memproduksi blangkon untuk semua kalangan.

Berbagai macam blangkon diproduksi di kampung tersebut, yang paling banyak dipesan ialah blangkon Solo dan Yogyakarta.

"Yang model Solo dan Yogyakarta itu kita selalu nyetok, kalau seperti model Bali, Betawi, Madura, dan daerah lain, kita bikin berdasarkan pesanan," lanjutnya.

Dalam satu hari, di rumah industri blangkon milik Wardoyo paling sedikit dapat memproduksi 75 blangkon. Omzet Wardoyo dalam satu bulan bisa mencapai Rp 30 juta. (TribunSolo.com/Bayu Ardi Isnanto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.