Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Mencicipi" Brussels, dari Istana Raja hingga Rumah Karl Marx

Kompas.com - 02/12/2016, 20:09 WIB
Ervan Hardoko

Penulis

Gedung museum ini berada di seberang gedung balai kota dan dikenal dengan nama Maison du Roi (Rumah Raja). Bangunan ini juga masuk ke dalam daftar bangunan cagar budaya UNESCO.

Saat gedung ini dibangun, kawasan di sekitarnya merupakan pasar pakaian dan roti. Sehingga warga berbahasa Belanda itu hingga kini masih menyebut bangunan tersebut sebagai Broodhuis alias rumah roti.

Rumah Karl Marx

Di salah satu sudut Grote Markt, berdiri sebuah restoran bernama Le Cygne atau dalam bahasa Indonesia berarti Sang Angsa.

Sebagai sebuah bangunan, tempat ini bukan tempat yang istimewa. Namun, penghuni tempat inilah yang membuatnya menjadi istimewa.

Gedung ini menjadi satu dari lima lokasi yang menjadi tempat Karl Marx menulis bukunya Manifesto Komunis saat tinggal di Brussels, setelah diusir pemerintah Perancis.

Di salah satu sudut di dinding bangunan ini ditempel sebuah plakat yang ditulis dalam bahasa Latin, Ici Vecut Karl Marx 1846-1849 atau di sini tinggal Karl Marx.

Mengelus patung Everard t'Serclaes

Ervan Hardoko/Kompas.com Warga Brussels yakin siapa saja yang mengelus patung Everard t'Serclaes akan kembali lagi ke ibu kota Belgia itu.
Tak jauh dari Le Cygne, bangunan yang pernah disinggahi Karl Marx, terdapat sebuah patung dengan posisi berbaring yang juga ramai dikunjungi wisatawan.

Itu adalah patung Everard t'Serclaes (1320-1388), seorang bangsawan asal Brussels yang terkenal setelah merebut kembali kota itu dari tangan bangsa Flemmings.

"Orang di sini percaya siapa saja yang mengelus patung ini akan kembali ke Brussels," kata Ance Maylani, Sekretaris Pertama Fungsi Diplomasi Publik, Penerangan, dan Sosial Budaya KBRI Brussel.

Memang benar, puluhan wisatawan silih berganti mengelus patung tersebut, terutama di bagian tangan yang diyakini bisa membuat si pengelus kembali ke Brussels.

Apakah benar keyakinan masyarakat itu? Yang jelas, karena sering dielus maka kilau patung logam ini tetap terjaga.

Istana kerajaan Belgia

Ervan Hardoko/Kompas.com Istana kerajaan Belgia terlihat dari arah Taman Brussels.
Sebagai sebuah negeri monarki, istana keluarga kerajaan menjadi salah satu kunjungan wajib wisatawan yang berkunjung ke Brussels.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com