Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Wisata ke Rumah Panda di Chengdu, China

Kompas.com - 31/12/2016, 08:27 WIB
Silvita Agmasari

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bermimpi melihat panda di kampung halamannya, China? Berkunjunglah ke Chengdu. Selain terkenal sebagai rumah dari 80 persen populasi panda di China, Chengdu juga terkenal sebagai kota gastronomi kedua di Asia, dan kaya akan sejarah.

Berikut adalah panduan berwisata ke Chengdu, China yang KompasTravel himpun dari Chengdu-Jakarta Tourism Exchange di Hotel Redtop, Jakarta, Rabu (28/12/2016):

1. Transportasi

Tahun 2017, tepatnya bulan Januari, Garuda Indonesia membuka penerbangan langsung dari Denpasar, Bali ke Chengdu, Sichuan. Jadi kini wisatawan dapat mengirit waktu berjam-jam, setelah sebelumnya penerbangan dari Indonesia ke Chengdu memerlukan transit di Hongkong. Rencananya penerbangan dari Denpasar-Chengdu akan berlangsung empat kali dalam satu minggu.

2. Akomodasi

Sebagai kota terbesar ke empat di China, jangan khawatir dengan akomodasi. Chengdu memiliki hotel dari bintang lima sampai hostel yang ramah dengan kantong para backpacker. Harga menginap satu malam di hostel dimulai dari Rp 100.000 per malam.

3. Konsumsi

Chengdu punya lebih dari 6.000 jenis hidangan, tak heran kota ini diberi predikat Kota Gastronomi. Tak perlu khawatir soal rasa, sebab cita rasa masakan di Chengdu adalah pedas, jadi terbilang cocok dengan orang Indonesia.

(BACA: Chengdu, Rumah Panda China dengan Banyak Cerita)

Hal yang perlu diperhatikan adalah kehalalan makanan di Chengdu. Bagi wisatawan Muslim, jangan lupa bertanya kandungan makanan yang disajikan. Hidangan khas Chengdu yang terkenal adalah ayam kungpao, tahu nenek, ikan tim, pangsit hongyou, mie dandan.

4. Tempat wisata

Kurang afdol jika tak melihat panda saat berwisata ke Chengdu. Tempat yang tepat untuk melihat beruang hitam putih ini adalah Dujiangyan Panda Park dan Chengdu Panda Base.

Wisata lainnya yang ternama di Chengdu adalah Dujiangyan, sungai irigasi yang dibagun 256 sebelum masehi, taman nasional Jiuzhaiguo, taman batu Xingwen, situs bersejarah Jinsha, Gunung Qingcheng, Wuhou Temple yang terkenal dari Kisah Three Kingdoms, Du Fu Thatched Cottage tempat tinggal pujangga terkenal Dufu, dan Taman Bodhisatva Wenshu.

5. Waktu terbaik

Waktu terbaik untuk mengunjungi Chengdu adalah bulan September dan Oktober saat peralihan musim panas ke musim gugur. Durasi yang direkomendasikan untuk menjelajah Chengdu adalah lima sampai enam hari.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Jalan Jalan
Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Travel Update
Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Jalan Jalan
10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

Jalan Jalan
Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com