Landasan Bandara Pongtiku di Tana Toraja Diperpanjang

Kompas.com - 23/01/2017, 09:03 WIB
Obyek wisata Baby Grave Kambira di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (18/11/2014). Di sini jenazah bayi dimakamkan dalam pohon Taraa. Bayi yang meninggal dan dimakamkan di pohon ini syaratnya berusia di bawah 6 bulan. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAObyek wisata Baby Grave Kambira di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (18/11/2014). Di sini jenazah bayi dimakamkan dalam pohon Taraa. Bayi yang meninggal dan dimakamkan di pohon ini syaratnya berusia di bawah 6 bulan.
EditorI Made Asdhiana

MAKALE, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah memutuskan untuk memperpanjang dan memperlebar Bandara Pongtiku di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan pada tahun ini sambil mempersiapkan pembangunan bandara baru Buntu Kunik untuk mengembangkan pariwisata.

"Dalam waktu dekat bandara lama Pongtiku akan kita perlebar dan perpanjang landasan sehingga bisa didarati pesawat jenis ATR," kata Jusuf Kalla saat kunjungan kerja ke Tana Toraja, Minggu (22/1/2017).

Wapres didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan kunjungan kerja dua hari di Tana Toraja untuk pengembangan destinasi wisata.

"Sembari memperpanjang bandara lama maka dilakukan persiapan untuk pembangunan bandara baru Buntu Kunik agar bisa didarati Boeing," kata Wapres.

Lebih lanjut Wapres menjelaskan bahwa Tana Toraja memiliki alam yang menarik wisatawan dan wisatawan sekarang menginginkan bisa langsung sampai di tempat tujuan.

Sementara pembangunan bandara baru Buntu Kunik masih terkendala dengan persoalan teknis yang harus diselesaikan Departemen Perhubungan. Dalam waktu dua atau tiga tahun sudah bisa dilakukan pembangunan bandara baru.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Para wisatawan berkunjung ke pemakaman di gua masyarakat Toraja di Londa, Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/12/2013).
Bandara Pongtiku saat ini memiliki lebar landasan 23 meter dan akan diperlebar menjadi 30 meter.

Sementara Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae menjelaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah pembangunan bandara.

"Kita tak memiliki masalah dengan destinasi wisata. Yang kami butuhkan hanya bandara. Dengan bandara maka akan masuk wisatawan dan sekaligus investor," katanya.

Bupati menambahkan wisata Tana Toraja adalah satu-satunya di Indonesia yang memiliki wisata alam bukan laut.



Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X