Kompas.com - 20/02/2017, 05:20 WIB
|
EditorSri Anindiati Nursastri

“Untuk wisata alam, yang sudah menjadi ikon ada puncak Gunung Kunir yang terdapat golden sunrise dan sunset,” ujar Afdholudin, Ketua Kelompok Sadar Wisata Lembah Kunir Desa Benowo saat penyambutan, Rabu (15/2/2017) malam.

Potensi wisata alam

Berdasarkan rekomendasi tersebut, KompasTravel dan beberapa wisatawan lainnya pun berkunjung ke ikon wisata Desa Benowo. Meski hari masih gelap, beberapa orang sudah ada di puncak gunung dengan ketinggian sekitar 870 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Puncak tersebut berada di barisan Pegunungan Menoreh, yang membentang dari Magelang hingga Purworejo. Dari atas puncaknya terlihat guratan emas matahari terbit. Sayangnya pagi itu dalam keadaan tertutup kabut.

Selain pesona mataharinya, dari sana wisatawan dapat melihat pemandangan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan puncak Tidar.

Puas beristirahat sejenak dari puncak Gunung Kunir, wisatawan kemudian menuju tiga curug unggulan desa ini. Curug Benowo adalah air terjun yang terbesar, lalu Curug Batur, dan Curug Padusan.

Curug Benowo yang berada di balik pemukiman warga memiliki ekosistem yang masih asri. Air terjun ini dilengkapi taman buatan, pendopo, dan rumah baca yang tengah dibangun untuk wisatawan. Menuju ke sini cukup mudah, namun untuk kendaraan roda empat hanya satu jalur sehingga akan sulit jika berpapasan.

Suasana yang amat asri, bersih, dan jauh dari bising perkotaan membuat Curug Benowo amat nyaman. Di curug ini sudah terdapat fasilitas seperti tempat parkir, kamar mandi, dan pendopo. Namun, dari pantauan KompasTravel belum ada warung atau tempat membeli keperluan di sekitar curug. Makanan harus dipesan dari rumah warga sekitar. Selain itu, keberadaan tempat sampah juga masih sedikit.

“Asri ya, curugnya besar, nyaman juga karena masih sepi. Lalu hiasannya juga alami kayak taman bunga, dan pendopo kayu,” ujar Mia, salah satu blogger yang ikut dalam famtrip tersebut, Kamis (16/2/2017).

Dua curug lainnya dikunjungi wisatawan searah jalan pulang. Bisa naik ojek atau jalan kaki, karena letak tiga curug tersebut memang berdekatan. Perjalanan ditempuh menelusuri sawah kebun, dan perbukitan yang masih asri. Perjalanan sejauh tiga kilometer semakin tak terasa. Terlebih saat menjumpai Curug Batur dan Curug Padusan di perjalanan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.