Kompas.com - 08/03/2017, 08:05 WIB
Suasana Restoran Lobster Shack di Australia Barat. KOMPAS/YUNIADHI AGUNGSuasana Restoran Lobster Shack di Australia Barat.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis kuliner saat ini tengah diminati, termasuk oleh generasi milenial. Hal itu terbukti lewat maraknya kuliner kreatif buatan anak muda. Ternyata, bisnis kuliner memang memberi laba yang cukup besar dan menjanjikan.

"Bisnis (kuliner) ini menjanjikan karena menjadi pilihan dari karier atau bisnis. Kita juga ingin ada proses regenerasi, dan anak muda sekarang sudah mencintai kembali kuliner nusantara," kata pengamat dan penggiat komunitas Pelestarian Kuliner Nusantara, Arie Parikesit pada acara Pelestarian Kuliner Nusantara di Restoran Bebek Bengil, Jakarta, Selasa (7/3/2017). 

Meski banyak bisnis kuliner bermunculan, nyatanya tak sedikit yang harus "tutup warung" meski baru sebentar. Menurut pakar pengembangan ekonomi kreatif, Harjono Sukarno, sebenarnya ada kiat khusus untuk dapat merintis bisnis kuliner agar bisa bertahan lama. 

"Pertama yang penting itu do it. Kalau tidak mulai-mulai, ya sudah, itu cuma akan jadi hitam di atas kertas saja (perencanaan)," kata Harjono.

BACA: Jembatan Ampera Direncanakan Jadi Pusat Kuliner Malam

Selanjutnya, passion menjadi sesuatu yang penting untuk meneruskan usaha kuliner yang dirintis. Passion, menurut Harjono, juga berarti komitmen dalam berbisnis. 

"Pikirkan kalau money follow the business. Ini masalah komitmen. Kalau bisnis sudah berjalan dan bagus, uang akan datang dengan sendirinya," kata Harjono. 

Serupa dengan Harjono, Dimas yang merupakan salah satu pendiri Sate Klatak Mas Tanto menekankan pentingnya keberanian memulai usaha kuliner. Dalam satu bulan, Dimas meraup laba hingga Rp 35 juta.

"Kebanyakan orang takut memulai karena takut tidak balik untung, takut rugi, takut meminjam uang, akhirnya jadi tak mulai. Ketakutan harus dihilangkan dengan perhitungan yang matang," kata Dimas.

BACA: Makanan Warna Hitam Bakal Jadi Tren Kuliner 2017

Terakhir, Arie Parikesit memberi saran untuk membuka bisnis makanan dengan rasa yang otentik. "Campur-campur (makanan fusion), kreatif boleh saja, tetapi rasa harus tetap otentik," tuturnya.

Regenerasi kuliner Nusantara akhirnya mendapat tempat di Kecap Bango dengan pencarian 40 start up kuliner nusantara. Lewat penilaian oleh dewan juri, akhirnya disaring 20 start up bisnis kuliner dan akan diadu lewat voting masyarakat. Sepuluh start up kuliner yang terpilih, makanannya dapat disajikan di Festival Jajanan Bango.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.