Kompas.com - 24/04/2017, 19:02 WIB
Tegakan pohon purba di Dusun Permatan, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menjadi obyek wisata yang menarik pengunjung, seperti yang terlihat pada pekan kedua Februari 2017 lalu. Pohon langka ini sekaligus menjadi tempat untuk berswafoto dan pembuatan videoklip grup band-band lokal. KOMPAS/KHAERUL ANWARTegakan pohon purba di Dusun Permatan, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menjadi obyek wisata yang menarik pengunjung, seperti yang terlihat pada pekan kedua Februari 2017 lalu. Pohon langka ini sekaligus menjadi tempat untuk berswafoto dan pembuatan videoklip grup band-band lokal.
EditorI Made Asdhiana

Langka

Masyarakat menyebut pohon purba (Ficus albipila) itu pohon lian karena tidak ada di tempat lain. Konon pohon itu hanya ada di Australia, Afrika, dan Dusun Permatan.

Ini merujuk cerita berbagai versi, yakni bijinya dibawa burung yang terbang dari benua lain atau hanyut ke Lombok akibat tsunami di perairan Australia ratusan tahun silam.

Rohandi, Pelaksana Tugas Kepala Desa Gunung Malang, mengatakan, pohon itu berusia 350 tahun. ”Menurut kakek buyut saya, pohon ini sudah ada sebelum Pemerintah Belanda,” kata Rohandi.

Tegakan pohon itu kini acapkali menjadi obyek pembuatan video klip band-band lokal dan foto persiapan pernikahan calon pengantin.

Sebanyak 900 pengunjung datang ke lokasi pohon setiap Minggu. Pengunjung hanya membayar parkir Rp 5.000 per sepeda motor dan Rp 10.000, baik untuk mobil
maupun bus, memasuki areal itu.

Dari areal itu, pengunjung bisa ”cuci mata” menyaksikan panorama sawah dan kebun yang menghijau, atau menikmati sebagian kaki Gunung Rinjani (3.726 meter di atas permukaan laut) yang terhalang Bukit Gunung Malang. Pengunjung bisa pula berjalan-jalan di bawah pohon menikmati suasana sejuk, rindang, dan teduh.

Menyaksikan deretan tegakan pohon ini terbawa ke film laga, atau suasana belantara dalam film Jurassic Park. (KHAERUL ANWAR)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.