Terungkap, Ini Pelopor Penjual Soto Lamongan di Jakarta

Kompas.com - 07/06/2017, 16:12 WIB
Salah satu kedai Soto lamongan pertama di Jakarta, kini merambah menjual Sate Kambing, berlokasi di Jalan Whid Hasyim, Menteng, Jakarta. KOMPAS.com/Muhammad Irzal AdiakurniaSalah satu kedai Soto lamongan pertama di Jakarta, kini merambah menjual Sate Kambing, berlokasi di Jalan Whid Hasyim, Menteng, Jakarta.
|
EditorI Made Asdhiana

Saat ini di Jakarta sendiri para pelopor soto lamongan gelombang pertama sudah sulit diketahui, Soen’an menduga sudah berkembang dan kini tinggal anak cucunya yang mengelola.

Saat ini Jali masih aktif mengecek kedai kuliner Lamongan yang diteruskan oleh anak laki-laki bersama istrinya di Menteng, Jakarta Pusat. Kedai soto lamongan yang ia rintis kini lebih terkenal dengan sate sabang dan Soto Lamongan Jaya Agung, kedainya memang berlokasi di perempatan Jalan Sabang.

“Ya dulu saya sama kawan berlima datang ke sini, awalnya kerja ikut teman karena gak dikasih modal sama orang tua, belum percaya kalau bisa sukses. Beda sama sekarang bisa sampai jual sawah buat modal,” ujarnya sambil mengenang masa perjuangannya dulu.

Ia mencoba berjualan soto lamongan dan soto madura sejak tahun 1963. Saat itu harga satu porsi soto sebesar Rp 15. Pikulan masih menjadi alat terbaiknya untuk menjajakan soto tersebut di sekitar Jakarta Pusat. Maklum saat itu usianya masih 20 tahun, kuat memikul panci soto yang penuh air.

“Dulu di Jakarta para penjual soto lamongan gak berani pake nama Lamongan, tulisannya soto madura dari Surabaya, atau soto jawa timur. Akhirnya didorong sama komunitas dan teman-teman rantaunya untuk berani pakai nama Lamongan,” ujar Soen’ an di tempat berbeda.

Seiring perkembangannya, kisah sukses Jali dan kawannya pun kian mengalir ke kampung-kampung di Lamongan. Tahun 1970-an warga yang merantau tak hanya dari Desa Siman, ada juga dari Desa Ngayung dan lainnya untuk berjualan soto lamongan.

Semakin banyaknya warga Lamongan yang merantau, dengan mayoritas bermata pencarian berjualan soto, alhasil dibuatkah wadah Forum Silaturahmi Putra Asli Lamongan yang dikenal dengan Pualam, tahun 1972.

“Dari situ Pualam yang mengedukasi untuk percaya diri menggunakan kata Soto Lamongan, mensupport dari segi permodalan, pembelajaran usaha dan yang lainnya. Tak heran semakin banyak yang merantau dan membantu ekonomi di kampungnya,” ujar Soen’an.

Setelah Jakarta menjadi tujuan yang menjanjikan bagi penjual Soto Lamongan, barulah kuliner ini bergrilya ke kota-kota besar lainnya di Indonesia. Soen’an mengatakan saat ini Soto Lamongan sendiri sudah benar-benar tersebar ke hampir semua provinsi di Indonesia.

“Sekarang bisa dibilang sejajar lah persebarannya sama Warug Tegal dan Warung Nasi Padang,” tutupnya.

************************

Ingin mencoba wisata cruise gratis Singapura - Malaka - Singapura? Caranya gampang, ikuti kuis dari Omega Hotel Management di sini. Selamat mencoba!

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X