Kompas.com - 22/06/2017, 08:47 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya dan  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito saat berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (21/6/2017). ARSIP HUMAS PEMKAB BANYUWANGIMenteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito saat berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (21/6/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur bisa menjadi tujuan wisata dunia. Pasalnya, Banyuwangi telah memiliki daya dukung pariwisata yang memadai.

Hal tersebut disampaikan Menpar Arief Yahya saat meresmikan hotel bintang empat El Royale Hotel & Resort Banyuwangi, Rabu (21/6/2017). "Untuk Banyuwangi kami akan terus dorong agar pada 2019 bisa menjadi tujuan wisata dunia," kata Arief Yahya.

Menpar menjelaskan, Banyuwangi memiliki semua potensi yang membuat kabupaten ini bisa menjadi wisata dunia seperti Kawah Ijen yang terkenal dengan blue fire yang menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara.

(BACA: NAM Air Layani Penerbangan Jakarta-Banyuwangi)

"Cable car ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Banyuwangi untuk menarik wisatawan. Banyuwangi akan menjadi destinasi wisata pertama kelas dunia di Indonesia. Cable car sedang proses perizinan di pemerintah pusat. Selain itu, kini marina terintegrasi pertama di Indonesia sedang dibangun di Pantai Boom dan diharapkan rampung semuanya pada akhir 2018, " kata Arief yang juga asli Banyuwangi itu.

BARRY KUSUMA Pantai Pulau Merah di Banyuwangi, Jawa Timur.
Modal lain yang dimiliki Banyuwangi adalah aksesibilitas. Saat ini telah ada penerbangan langsung Jakarta – Banyuwangi setiap hari oleh maskapai NAM Air sejak Juni 2017.

“Tahun 2019 kami targetkan Bandara Blimbingsari menjadi international airport. Karena ini syarat menjadi wisata dunia, mau tidak mau Bandara Blimbingsari Banyuwangi harus menjadi international airport," kata Arief.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(BACA: Teluk Banyu Biru, Destinasi Wisata Baru di Banyuwangi)

Menurut Menpar, bagi wisatawan mancanegara waktu merupakan hal yang sangat penting. "Memang benar, Banyuwangi nantinya akan dibangun tol Surabaya-Banyuwangi. Tapi itu membutuhkan waktu empat jam. Jadi mau tidak mau harus ada international airport," kata Arief.

Ia menilai Banyuwangi terus membenahi sisi amenitasnya, seperti tumbuhnya investasi sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi. “Kalau sudah ada hotel bintang 4, ini akan menjadi turning point pariwisata Banyuwangi,” ujarnya.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Petambang memikul belerang seberat lebih dari 70 kilogram. Mereka harus menempuh jarak sejauh 3 kilometer dari kawah Gunung Ijen menuju Pos Paltuding di kawasan Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Masyarakat sekitar Gunung Ijen kini sudah mengantisipasi gejala bencana dari kawah tersebut.
Adanya amenitas yang memadai tersebut, Menpar meminta Banyuwangi mulai serius menggarap wisata MICE (meeting, incentive, conference, exhibition).

Menurut Arief, MICE sangat membantu mendorong pariwisata, apalagi hotel jaringan El Group yang baru saja diresmikan ini memiliki ballroom yang dapat menampung 1.300 orang.

”Negara yang MICEnya pesat, negaranya juga maju, contohnya seperti di Singapura," kata Arief.

Selain itu, lanjut Menpar, dengan MICE akan makin menambah kunjungan wisatawan.

BARRY KUSUMA Wisatawan berselancar di Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (3/5/2014).
"Wisatawan MICE membelanjakan uangnya dua kali lipat dari wisatawan biasa. Misalnya Banyuwangi berhasil menggelar sebuah MICE perkopian atau perikanan berskala internasional, keuntungannya secara statistik daerah itu otomatis terakui maju di sektor tersebut," kata Arief.

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih atas hadirnya El Royal di Banyuwangi.

Terlebih hotel ini ikut mendukung pariwisata daerah dengan menyediakan ruang rapat besar yang akan mendukung pariwisata MICE di Banyuwangi. "Terima kasih pada El Royal yang ikut mengembangkan pariwisata daerah," kata Anas.

Ira Rachmawati Wisatawan asing yang berkunjung ke Banyuwangi ikut meramaikan Banyuwangi Etno Carnival Sabtu (12/11/2016)
Anas sangat mengapresiasi pembangunan hotel yang mengadopsi konten lokal dalam desain eksterior maupun interiornya. Terlebih lagi lebih dari 90 persen pegawai hotel juga merupakan putra asli daerah.

“Banyuwangi boleh terus berkembang tapi kami titipkan supaya arsitektur dan budaya lokal terus dipertahankan. Kami juga berterima kasih atas komitmen investor yang memberdayakan putra Banyuwangi dalam pengelolaan hotel,” pungkas Anas. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X