Menjajal Perjalanan Darat ke Malaysia - Kompas.com

Menjajal Perjalanan Darat ke Malaysia

Kompas.com - 22/07/2017, 16:21 WIB
Pos lintas batas antar negara di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.  Pos lintas batas di Aruk sendiri belum lama diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2017. KOMPAS.COM/ALSADAD RUDI Pos lintas batas antar negara di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pos lintas batas di Aruk sendiri belum lama diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2017.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia. Tercatat ada enam kabupaten di provinsi tersebut yang memiliki akses langsung ke wilayah Malaysia, tepatnya ke negara bagian Sarawak.

Salah satunya adalah pos lintas batas yang ada di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Pos lintas batas di Aruk sendiri belum lama diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2017.

Pada akhir Juni lalu, Kompas.com sempat menjajal perjalanan darat menuju kawasan ini. Perjalanan diawali dari ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak. Jarak antara Pontianak menuju Aruk tercatat mencapai sekitar 310 kilometer.

(BACA: Wisatawan Terpukau Atraksi Naga Sepanjang 178 Meter di Singkawang)

Salah satu kota yang dilintasi di sepanjang jalur ini adalah kota seribu kelenteng, yakni Singkawang. Jaraknya dari Pontianak tercatat mencapai sekitar 130 kilometer.

Pos lintas batas antar negara di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.  Pos lintas batas di Aruk sendiri belum lama diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2017. KOMPAS.COM/ALSADAD RUDI Pos lintas batas antar negara di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pos lintas batas di Aruk sendiri belum lama diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2017.
Kondisi jalan dari Pontianak menuju Singkawang relatif mulus. Karena tak ada jalan tol di Kalimantan Barat, perjalanan mengambil rute melintas langsung di jalan umum.

Setelah melintas di Singkawang, kondisi jalan masih mulus. Kondisi ini terjadi sampai akhirnya kami memasuki wilayah Kecamatan Teluk Keramat di Kabupaten Sambas.

(BACA: Sotong Pangkong Khas Pontianak, Rasanya Enak dan Harga Terjangkau)

Di wilayah ini, ada sekitar 6 kilometer jalan yang masih dalam kondisi belum beraspal.

Jalan yang dilintasi masih berupa tanah. Sehingga kondisinya sangat berdebu saat cuaca panas, sebaliknya becek jika turun hujan. Namun, saat ini sudah mulai dilakukan proses perbaikan jalan.

Salah satu ruas jalan yang belum teraspal menuju perbatasan Indonesia-Malaysai di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.KOMPAS.COM/ALSADAD RUDI Salah satu ruas jalan yang belum teraspal menuju perbatasan Indonesia-Malaysai di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Setelah melewati Kecamatan Teluk Keramat, kondisi jalan kembali mulus. Saat mulai memasuki wilayah Kecamatan Sajingan Besar, kondisi jalan yang dilintasi konturnya berkelok disertai naik turun tanjakan. Hal itu disebabkan karena lokasinya yang melintasi kawasan pegunungan.

Di sepanjang jalan, akan dapat dilihat pemandangan berupa hamparan tanah yang luas dari atas ketinggian. Kondisi jalan mulus berakhir di 12 kilometer terakhir sebelum tiba di perbatasan.

Dari mulai titik ini, ada 12 kilometer jalan yang belum diaspal dan masih berupa jalan tanah. Setelah menempuh sekitar delapan jam perjalanan, kami akhirnya tiba di Aruk.

Kondisi ruas jalan menuju perbatasan Indonesia-Malaysai di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.KOMPAS.COM/ALSADAD RUDI Kondisi ruas jalan menuju perbatasan Indonesia-Malaysai di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Namun saat Kompas.com berada di lokasi tersebut, belum ada aktivitas di pos lintas batas. Pos-pos dari beberapa instansi yang ada, baik dari imigrasi maupun bea cukai tampak masih kosong.

Kondisi itu membuat pos lintas batas tersebut belum bisa digunakan warga negara Indonesia yang hendak menyeberang secara legal ke Malaysia.

Petugas perbatasan Malaysia masih mengizinkan warga Indonesia yang hendak menyeberang ke wilayahnya. Dengan catatan, hanya berada di sekitar kawasan Kampung Biawak. Kampung Biawak adalah daerah di area perbatasan yang sudah masuk wilayah Malaysia.

Berbeda dengan pos lintas batas yang ada di Aruk, pos lintas batas milik Malaysia di Kampung Biawak sudah bisa digunakan oleh warganya yang hendak menyeberang ke Indonesia.

Pelang peresmian pos lintas batas antar negara di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.  Pos lintas batas di Aruk sendiri belum lama diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2017. KOMPAS.COM/ALSADAD RUDI Pelang peresmian pos lintas batas antar negara di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pos lintas batas di Aruk sendiri belum lama diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2017.
Jika ke depannya sudah bisa digunakan, pos lintas batas negara di Aruk tidak cuma bisa digunakan bagi warga Indonesia yang hendak melintas ke Malaysia, tapi juga ke Brunei Darussalam.

Jarak dari perbatasan Aruk menuju Kuching, ibu kota Sarawak, tercatat mencapai sekitar 100 kilometer. Sedangkan menuju Bandar Seri Begawan, Ibu Kota Brunei Darussalam, mencapai sekitar 700 kilometer.


EditorI Made Asdhiana

Close Ads X