Transportasi Bandara Kualanamu-Medan Kini Lebih Efisien

Kompas.com - 28/10/2017, 11:08 WIB
Penumpang berjalan menuju ruang tunggu Gate 8 di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/8/2016). Bandara Kualanamu adalah satu pintu masuk wisatawan menuju Danau Toba.KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Penumpang berjalan menuju ruang tunggu Gate 8 di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/8/2016). Bandara Kualanamu adalah satu pintu masuk wisatawan menuju Danau Toba.

MEDAN, KOMPAS.com - Uber dan Railink menjalin kerja sama untuk menghadirkan pilihan transportasi multimoda yang nyaman dan efisien dari Bandara Kualanamu ke pusat Kota Medan, Sumatera Utara.

Kini wisatawan dan masyarakat yang tiba di Bandara Kualanamu dapat menggunakan
layanan kereta api Railink menuju pusat kota Medan hanya dengan 40 menit.

(Baca juga : Asyiknya Menjelajah Medan di Antara Pesta Durian dan Musim Kawin?)

Begitu tiba di Stasiun Railink, Kota Medan, mereka akan menemukan tempat penjemputan (pick-up point) Uber, sehingga memudahkan mereka melanjutkan perjalanan menjelajah ibu kota Sumatera Utara tersebut.

Penumpang Railink akan dimudahkan dalam mengakses UBER di Stasiun kota Medan dengan
adanya titik penjemputan di Jalan Jawa dan Jalan Merdeka.

Calon penumpang KA Bandara Kualanamu membeli tiket di loket Stasiun Medan. Sebanyak 95 persen pembelian tiket masih dilakukan dengan memakai uang kas.Oik Yusuf/Kompas.com Calon penumpang KA Bandara Kualanamu membeli tiket di loket Stasiun Medan. Sebanyak 95 persen pembelian tiket masih dilakukan dengan memakai uang kas.
Dalam rangka promosi, pengguna juga akan mendapat vocer dengan nilai hingga Rp 10.000 untuk setiap perjalanan menggunakan layanan Uber.

(Baca juga : Beli Tiket KA Bandara Kualanamu di Pegipegi, Diskon Rp 30.000)

Saat ini, rata-rata waktu tunggu penumpang untuk mendapatkan layanan Uber di kota Medan diklaim kurang dari 7 menit. Dengan menggunakan pilihan multimoda Uber-Railink ini, masyarakat dan wisatawan dapat menghemat waktu tempuh dari Bandara Kualanamu ke kota Medan dan sebaliknya.

Opsi ini dinilai lebih menghemat waktu dibandingkan dengan bepergian menggunakan kendaraan pribadi yang dapat menghabiskan waktu hingga 2 jam.

"Melalui kerja sama ini warga Medan, wisatawan, dan pelaku perjalanan bisnis akan merasakan perjalanan yang lebih baik. Dengan berbagi tumpangan mereka akan lebih terkoneksi satu sama lain dan juga dengan transportasi publik," kata Damian Kassabgi, Director Public Policy Uber Asia Pasifik, dari siaran pers yang diterima KompasTravel, Jumat (27/10/2017).

Presiden Joko Widodo pada Kamis pagi (3/3) mencoba menggunakan sarana transportasi kereta ARS (Airport Rail Service) yang menghubungkan Kota Medan menuju Bandar Udara Kualanamu. Kereta ARS ini adalah kereta pertama yang mempelopori secara efektif dari pusat kota menuju bandar udaranya secara efektif. Selama perjalanan Presiden Joko Widodo didampingi oleh Pjs.Gubernur Sumatra Utara,  Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan  Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono.PRESIDENTIAL PALACE/ Agus Suparto Presiden Joko Widodo pada Kamis pagi (3/3) mencoba menggunakan sarana transportasi kereta ARS (Airport Rail Service) yang menghubungkan Kota Medan menuju Bandar Udara Kualanamu. Kereta ARS ini adalah kereta pertama yang mempelopori secara efektif dari pusat kota menuju bandar udaranya secara efektif. Selama perjalanan Presiden Joko Widodo didampingi oleh Pjs.Gubernur Sumatra Utara, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono.
Pihak Uber juga mengaku telah siap membangun kerja sama serupa di kota-kota lain di Indonesia. Terutama kota dengan bandara yang cukup besar.

Direktur Utama PT Railink, Heru Kuswanto mengatakan antar-moda transportasi adalah kunci dalam menjamin kualitas dan kelancaran layanan perjalanan bagi masyarakat.

"Kita terus berkomitmen memperkuat integrasi transportasi multimoda dari satu titik ke titik yang lain, antar-kendaraan bermotor, transportasi berbasis rel dari bandara, hingga transportasi udara," ujarnya. (*)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorI Made Asdhiana
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X