Kompas.com - 14/03/2018, 13:05 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah kerajaan memang menyingkap banyak sekali budaya yang terseimpan. Tidak melulu berbentuk benda bersejarah atau tarian, tetapi juga budaya kuliner, seperti di Keraton Kasunanan Yogyakarta.

Sebuah restoran dengan lampu redup di sisi selatan Keraton Yogyakarta, masih beroperasi setelah matahari terbenam. Tampak depannya begitu misterius dengan pagar tinggi khas keraton, dengan taman-taman burung yang menghiasinya.

Resto Bale Raos, namanya, tepat berada di Jalan Magangan Kulon No.1, Desa Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta.

Baca juga : Ini Komentar Bule yang Pernah Tersesat di Yogyakarta tentang Indonesia

Wanita berkebaya dan pria berlurik pun menyapa di depan redupnya cahaya taman, Bale Raos. Sebuah restoran yang diberi mandat resmi untuk menyajikan resep-resep hidangan asli khas Keraton Yogyakarta.

Sugeng rawuh (selamat datang),” ucap salah satu pramusaji dengan wajah khas Suku Jawa, mengantarkan KompasTravel dan rombongan Yogyakarta Marriott Hotel ke tempat yang telah dipesan, Sabtu (10/3/2018).

Baca juga : Unik, di Yogyakarta Ada Warung Makan untuk Makhluk Halus

Terdapat satu rumah joglo besar sebagai kantor dan dapur resto Bale Raos, di samping tiga gazebo besar yang digunakan untuk tempat makan wisatawan. Beberapa set peralatan makan formal pun telah siap di meja-meja tamu.

Restoran Bale Raos di kawasan Keraton Kasunanan Yogyakarta, Sabtu (12/3/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Restoran Bale Raos di kawasan Keraton Kasunanan Yogyakarta, Sabtu (12/3/2018).
KompasTravel sempat berkeliling resto ini sebelum menyantap makanan. Suasananya amat kental dengan budaya Jawa, dan furnitur ala keraton. Seperti ukiran-ukiran di tiang-tiang penyangga gazebo, kursi-kursi tamu, hingga musik gending jawa yang diputar.

Supervisor Bale Raos, Muhammad Toha mengatakan, resto ini didirikan oleh KPGH Hadiwinoto, pada 23 Januari 2004.  Ia memiliki visi melestarikan kuliner khas Keraton Yogyakarta agar bisa tetap dinikmati masyarakat.

“Ia juga ingin makanan tradisional itu naik harkat martabatnya di mata masyarakat nasional maupun internasional,” kata Toha, yang menyambut kami seusai santap malam.

Meski resto ini belum terlalu tua, tapi saat Anda buka buku menunya, hidangan yang disajikan bisa berasal dari puluhan tahun yang lalu. Contohnya Sanggar, hidangan kesukaan Sultan Hamengku Buwono (HB) VII yang telah ada sebelum ia bertahkta 1877-1921.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Travel Update
Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Travel Update
Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Travel Tips
5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

Travel Promo
Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Travel Update
Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Travel Update
17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

Jalan Jalan
Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Travel Promo
Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Travel Update
5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

Travel Update
Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Jalan Jalan
15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

Travel Promo
Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Travel Update
Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.