Kompas.com - 23/03/2018, 19:34 WIB
Wisatawan berswafoto dengan latar Kawah Ijen, di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (22/10/2017). KOMPAS/IRMA TAMBUNANWisatawan berswafoto dengan latar Kawah Ijen, di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (22/10/2017).

BANYUWANGI, KOMPAS.com — Pascamengeluarkan gas beracun pada Rabu (21/3/2018) malam, pendakian Gunung Ijen di Jawa Timur ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, wisatawan masih sangat aman untuk berkunjung ke Banyuwangi, bahkan masih bisa menikmati keindahan Gunung Ijen.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta wisatawan untuk tak khawatir ke Banyuwangi. Sebab, fenomena yang diduga siklus tahunan ini sudah ditangani oleh ahlinya, dan bukan merupakan hal baru.

“Ijen masih bisa dinikmati meski kita tidak harus mendaki mendekat ke kawahnya. Wisatawan masih bisa melihat Ijen dari kawasan desa yang ada di kaki Gunung Ijen,” kata Bupati Anas seperti yang tertulis dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Jumat (23/3/2018).

Baca juga: Gunung Ijen Ditutup sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Bupati Anas juga mengingatkan bahwa masih banyak destinasi wisata yang ada di Banyuwangi, mulai dari pantai, atraksi wisata, hingga wisata budaya.

“Bagi wisatawan, masih banyak destinasi lain untuk dinikmati. Nikmati pula kuliner dan kekayaan seni-tradisi Banyuwangi,” imbuh Anas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Yanuarto Bramuda, saat dikonfirmasi KompasTravel, Jumat (23/3/2018), mengatakan, wisatawan bisa dialihkan sampai menunggu asap belerang mereda.

"Dari BMKG, wisatawan tetap bisa ke Banyuwangi ke destinasi lainya. Karena untuk wilayah Banyuwangi lainnya masih cukup aman dikunjungi," tuturnya kepada KompasTravel.

Baca juga : Seperti Sri Mulyani dan Luhut Mendaki Gunung Ijen, Ini Tipsnya...

Selain Kawah Ijen yang ditutup dari pendakian, wisatawan juga dihimbau menghindari aliran Sungai Banyupait di perkebunan Margahayu dan Watucapil, Bondowoso yang diduga membawa gas beracun dari kawah.

“Kita berharap fenomena alam ini bisa segera berakhir, karena ini sepertinya juga siklus tahunan Ijen. Selebihnya biar pihak yang berkompeten yang menangani,” kata Bupati Anas.

Berikut himbauan lengkap bagi wisatawan yang diterima KompasTravel dari Taman Wisata Alam Gunung Ijen, Jumat (23/3/2018):

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.