Kompas.com - 31/05/2018, 07:12 WIB
Peserta Festival Layang Layang sedang menerbangkan layang-layang di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur,  Minggu (7/8/2016). KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATIPeserta Festival Layang Layang sedang menerbangkan layang-layang di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (7/8/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Layang-layang selama ini lebih dikenal sebagai permainan tradisional. Keberadaan layang-layang sendiri ternyata sudah sangat lama.

Disebutkan oleh staf Museum Layang Layang, Asep Irawan layang-layang di Indonesia, yang paling kuno berasal dari Muna, Sulawesi Tenggara.

"Wuah itu sudah lama sekali dari zaman purba. Di Muna, Sulawesi Tenggara ada layang layang dari daun kolope. Jadi dulu itu dibilang manusia ingin menggapai Tuhan dengan cara menerbangkan layang-layang," jelas Asep.

Proses pencarian Tuhan dengan layang-layang tersebut digambarkan di dinding goa, menggunakan darah dan getah tanaman berwarna merah kecoklatan. Sampai sekarang lukisan purba tersebut dapat dilihat di Goa Sugi Patani, Desa Liang Kabori, Pulau Muna.

Penggemar layang-layang dari Jerman, Wolfgang Bieck mengklaim jika layang-layang dari Muna lebih tua daripada layang-layang dari China. Hal itu menjadikan layang-layang tertua di dunia berasal dari Muna, Indonesia.

Masyarakat Muna sendiri sampai saat ini masih melestarikan pembuatan layang-layang menggunakan daun kolope. Layang-layang tersebut dikenal dengan nama 'kaghati kolope'.

"Uniknya kuburan di orang Muna itu atasnya diberi layang-layang sebagai atap. Kalau itu saya tidak tahu artinya apa," kata Asep.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Layang-layang Muna yang terbuat dari daun kolope menjadi salah satu koleksi di Museum Layang Layang di Jalan H. Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Selain melihat koleksi layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, pengunjung juga dapat belajar membuat layang-layang sendiri di museum ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.