Kisah Turis Indonesia yang Melihat Medan Konflik saat ke Israel

Kompas.com - 02/06/2018, 19:10 WIB
Masjid Al Aqsa wikipedia.orgMasjid Al Aqsa

JAKARTA, KOMPAS.com - Konflik di kawasan Palestina dan Israel sedikit banyak menjadi hal unik bagi turis Indonesia. Bukannya takut, ada saja turis yang malah tertarik melihat hal yang sebenarnya.

Salah satu pemilik tour travel yang rutin membawa turis Indonesia ke Israel (Israel-Palestina) tiap tahunnya, Melisa Agustina dari Mala Tour, mengisahkan kepada KompasTravel saat dirinya membawa rombongan melihat medan konflik Palestina - Israel.

Menurutya justru permasalahan konflik tidak terlalu berpengaruh kepada wisatawan. Bahkan saat gencarnya peperangan di Desember 2017, ia pernah membawa rombongan besar yang penasaran dan antusias melihat realita konflik di sana.

"Kita suka kasih lihat bagaimana sebenarnya situasi di sana, lihat demonstran, pemerintahnya memang minta turis menghindari area konflik. Tapi kita suka minta driver untuk cari spot aman lihat demonstran," ujarnya.

Baca juga: Turis Indonesia Ini Solo Traveling ke Israel, Begini Kisahnya...

Saat Desember itu, kedua pihak sedang gencar melakukan serangan termasuk bom rudal. Beberapa turis yang Melisa bawa di dalam mobil penasaran melihat bagaimana situasi peperangan tersebut.

Ia pun memita driver untuk mencari tempat melihat kondisi konflik, baik tentara maupun demonstran.

"Akhirnya kita dibawa ke tebing tinggi, dari sana keliatan yang siaga, lalu demonstran-demonstran yang kumpul di Kedubes AS, sama gedung-gedung pemerintahan Israel," tutur Melisa.

Baca juga: 5 Fakta saat Berwisata ke Israel

Hal unik yang dilihat turisnya ialah demonstran multietnis, baik orang Palestina maupun Israel, baik Yahudi maupun Islam. Mereka kompak menolak peperangan itu.

"Tapi pas hari Sabtu mereka tidak demo, sepi, karena menghormati orang Yahudi yang ibadah. Membuktikan bahwa konflik di sana merupakan politik, bukan isu agama memang," kata Melisa.

Dari sanalah menurutnya wisatawan akan tahu bahwa konflik tersebut amat politis. Turis dari agama apapun yang dibawanya umumnya terenyuh melihat peperangan tersebut.

"Wisatawan saya tertarik kalau dikasih tur edukasi masuk ke pemukiman, desa adat, dan berkunjung ke daerah Yahudi dan Islam di sana," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X