Kompas.com - 20/06/2018, 10:26 WIB
 Galeri Banyu Sabrang salah satu yang membuka usahanya sepanjang musim Lebaran 2018. Galeri lain tutup sepanjang hari Lebaran. Omsetnya tumbuh 100 persen. KOMPAS.com/Dani J Galeri Banyu Sabrang salah satu yang membuka usahanya sepanjang musim Lebaran 2018. Galeri lain tutup sepanjang hari Lebaran. Omsetnya tumbuh 100 persen.

Menurut Tri, orang belanja batik di galerinya untuk oleh-oleh juga sudah berlangsung sejak beberapa hari sebelum hari Lebaran.

Wisatawan memang sengaja menghabiskan waktu di awal untuk berbelanja. Selanjutnya, mereka menghabiskan waktu untuk jalan-jalan dan wisata. Dengan demikian mereka merasa tidak buru-buru untuk pulang.

Tri mengatakan, dua hari sebelum Sembung Batik tutup selama Lebaran, mereka melayani banyak pembeli luar kota.

"Mereka bisa belanja antara dua sampai tiga juta rupiah," kata Tri.

Banyu Sabrang dan Sembung Batik adalah dua dari beberapa galeri yang tumbuh di Desa Wisata Batik di Lendah. Desa ini sejatinya sudah terkenal sejak lama. Lendah berkembang sangat cepat karena batik ini.

Semua berawal dari warga Lendah yang jadi buruh batik bagi para juragan di Yogyakarta. Warga Lendah bersepeda ke Yogyakarta setiap hari. Rupanya, ini jadi bekal untuk berdikari suatu hari nanti.

Baca juga: Geblek, Cireng Khas Kulon Progo

Situasi berubah beberapa tahun setelah krisis moneter 1998. Warga memilih usaha mandiri di kampung sendiri, memproduksi batik sendiri, lantas menjualnya.

Pertumbuhan batik mulai pesat di era kepemimpinan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo. Pemerintah mendorong warga bangga menghasilkan dan membeli produk sendiri. Termasuk urusan batik. Lahirlah batik corak Geblek Renteng khas Kulon Progo.

Batik pun kemudian berkembang sangat pesat di Lendah. Batik mereka bahkan dipesan sampai ke luar Pulau Jawa.

Kampung-kampung di Lendah itu sekarang bahkan dihuni ribuan pembatik. Lendah bahkan kini jadi rujukan bagi wisata batik di Kulon Progo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.