5 Lokasi Wisata Sejarah di Sekitar Kampus UGM - Kompas.com

5 Lokasi Wisata Sejarah di Sekitar Kampus UGM

Kompas.com - 06/07/2018, 07:36 WIB
Kampus UGMKOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Kampus UGM

JAKARTA, KOMPAS.com – Beragam pilihan wisata tersedia di sekitar Kampus Universitas Gadjah Mada ( UGM) yang terletak di Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

Selain sebagai Kota Pendidikan dan Kota Budaya, Yogyakarta dikenal sebagai kota yang terbentuk dari sejarah yang panjang.

Berikut ini 5 pilihan wisata museum yang terdapat di sekitar Kampus Kerakyatan, UGM:

Museum Batik

Museum Batik terletak di Jalan Dr. Sutomo No 13 A, Lempuyangan. Kurang lebih berjarak 4,4 km di sebelah selatan kampus.

Museum ini milik keluarga Hadi Nugroho dan R. Ng. Jumima Dewi Sukaningsih menyimpan koleksi beragam batik yang dapat kita nikmati keindahannya.

Museum Batikwww.museumbatik.com Museum Batik
Batik tulis yang mulai ditinggalkan sejak kedatangan teknologi printing, keberadaannya dilestarikan melalui museum ini.

Selain itu, dengan membayar sejumlah Rp 40.000 pengunjung dapat berlatih membuat batik.
Jam operasional Museum Batik Yogyakarta adalah setiap Senin-Sabtu pukul 09.00-15.00 WIB untuk mengunjunginya Anda akan dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp 15.000.

Museum UGM

Museum ini ada di Kompleks Kampus UGM, tepatnya di Blok D-6 dan D-7, sisi timur Boulevard UGM.

Museum UGM sempat menjadi tempat persinggahan Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama, sewaktu kecil.

Museum UGMugm.ac.id Museum UGM
Di dalamnya tersimpan berbagai koleksi, seperti mesin tik Ki Hajar Dewantara, radio kuno, meja kerja Iman Soetiknjo, kursi dan alat-alat awal perkuliahan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, memorabilia Prof.Dr. Sardjito, prototipe satelit karya perguruan tinggi Yogyakarta, dan tungku hemat energy karya UGM. 

Museum ini dibuka untuk umum dengan jam operasional setiap hari Senin- Jumat pukul 09.00-15.00 WIB.

Museum Sandi

Museum Sandi terletak di Jalan Faridan Muridan Noto No. 21, Kotabaru, Yogyakarta.

Museum ini menampilkan berbagai koleksi persandian bersejarah. Koleksi di museum ini terdiri dari buku kode, tas, meja dan kursi yang digunakan pada tahun 1948, mesin sandi dan lainnya.

Pengunjung yang datang ke museum ini tidak dikenai biaya.

Pengunjung hanya mengisi buku tamu secara digital yang akan dipandu oleh edukator yang cerdas dan ramah.

Koleksi yang ada di museum ini dikategorikan menjadi 9, yakni ruang introduksi, ruang agresi militer I, replika kamar sandi, ruang agresi militer II, ruang nusantara, ruang tokoh, ruang sandi global, ruang edukasi, dan perpustakaan.

Museum Afandi

Museum ini terletak di Jalan Laksda Adisucipto No 167 Yogyakarta dan dikelola oleh Affandi Foundation.

Awalnya, bangunan ini adalah rumah yang dibangun olehnya yang sekaligus dijadikan museum oleh seniman lukis bernama Affandi.

Bangunan ini berbentuk nyentrik. Atapnya menyerupai bentuk daun pisang.

Museum Affandi Yogyakarta.Dok. Museum Affandi Museum Affandi Yogyakarta.
Di dalamnya tersimpan kurang lebih 250 karya lukis. Cirikhas dari lukisan Affandi adalah ekspresionis dan romantis.

Harga tiket masuk museum ini untuk orang dewasa adalah Rp 50.000 dan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 30.000 untuk membawa kamera dan Rp 20.000 untuk kamera HP.

Monumen Jogja Kembali

Museum ini berlokasi di Jalan Lingkar Utara, Jongkrang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Monumen Jogja Kembali merupakan sebuah museum sejarah perjuangan Indonesia dan berada di bawah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Monumen Jogja KembaliKOMPAS/EDDY HASBI Monumen Jogja Kembali

Museum ini berbentuk kerucut dan terdiri dari 3 lantai.

Di Lantai 1 museum tersimpan realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949.

Tandu dan dokar (kereta kuda) yang pernah dipergunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman juga disimpan di sini.

Harga tiket masuk untuk kawasan wisata ini adalah Rp 7.500.

Kompas TV Penangkaran dengan sistem kandang terbuka membuat burung bebas terbang dan bercengkerama dengan burung lainnya.


Komentar

Close Ads X