Ini Cara Pemerintah Kembangkan Geopark

Kompas.com - 13/07/2018, 09:05 WIB
Pantai Cisaar di kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi yang tampak tidak terlalu ramai pengunjung saat libur akhir pekan, Sabtu (23/6/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAPantai Cisaar di kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi yang tampak tidak terlalu ramai pengunjung saat libur akhir pekan, Sabtu (23/6/2018).

 JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam Konferensi Geopark Nasioal Indonesia 1, salah satu hasilnya ialah bentuk koordinasi dari empat kementerian dan satu badan dalam pembangunan geopark.

Keempat kementerian tersebut ialah, Menteri PPN/Bappenas, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), juga Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan yang hadir dalam konferensi tersebut, Kamis (12/7/2018), mengatakan geopark harus dibangun dengan integrasi antar lembaga pemerintah.

"Mari kita kerja secara teritegrasi, untuk membuat ini lebih bagus, dan harus didukung oleh semua kementerian dan lembaga, terutama yang empat ini," tutur Luhut.

pegunungan karst gunungsewu Gunungkidul, dilihat dari sekitar Perbatasan kecamatan Panggang-PlayenKompas.com/Markus Yuwono pegunungan karst gunungsewu Gunungkidul, dilihat dari sekitar Perbatasan kecamatan Panggang-Playen
Ia mengatakan Bappenas sebagai kunci perencanaan semua geopark. Perencanaan induk geopark harus mencakup sekurang-kurangnya amenitas, aksesibilias, dan atraksi yang berkualitas.

"Soal atraksi tolong Bekraf digali lagi ini ditemukan apa yang mearik unik," tuturnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga datang dalam forum tersebut menyampaikan, peningkatan pengakuan dunia atas empat geopark yang menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) sangat signifikan mendongkrak promosi pariwisata.

Hingga tahun depan ia menargetkan Geopark Belitung dan Geopark Danau Toba untuk maju terpilih sebagai UGG, melanjutkan Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu, Geopark Rinjani, Geopark Gunung Sewu, dan Geopark Batur.

"Saya si optimis keduanya akan terpilih lagi. Perekonomian kita di sana tumbuh sangat pesat, di Samosir 80 persen, Simalungun 90 persen itu belum sebagai UGG," ucapnya.

Wisatawan menikmati keindahan kawasan wisata Geopark Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Rabu (4/10/2017). Banyak wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut merupakan wisatawan yang mengurungkan niatnya ke Gunung Agung di Karangasem.KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Wisatawan menikmati keindahan kawasan wisata Geopark Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Rabu (4/10/2017). Banyak wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut merupakan wisatawan yang mengurungkan niatnya ke Gunung Agung di Karangasem.
Ia menargetkan proyeksi pendapatan pariwisata dari geopark hingga tahun 2019 yaitu 1 milyar dollar Amerika Serikat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X