Garuda Fokus Garap Kargo dan Penumpang di Maluku Tenggara

Kompas.com - 07/08/2018, 22:40 WIB
Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia di Bandara Pattimura, Ambon, Maluku, Kamis (2/8/2018).KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia di Bandara Pattimura, Ambon, Maluku, Kamis (2/8/2018).

LANGGUR, KOMPAS.com - Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual di Provinsi Maluku memiliki potensi bahari yang sangat menguntungkan bila digarap serius. Pertama hasil perikanan. Kedua, pariwisata.

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia melihat kedua peluang tersebut. Selama ini Garuda dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang terbang 2 kali sehari melayani rute Ambon- Langgur.

Untuk menggarap sisi barang dan penumpang, Garuda Indonesia mendirikan outlet atau gerai yang diresmikan Jumat (3/8/2018) malam.

Baca juga: Garuda Indonesia Kembali Raih Penghargaan Kru Kabin Terbaik di Dunia
 
Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati, mengatakan pengoperasian gerai ini sudah melalui pertimbangan matang.

"Dulu cuma kargo, sekarang kami integrasikan untuk melayani penumpang juga," katanya.

Peresmian gerai Garuda Indonesia di Langgur, Maluku Tenggara, Jumat (3/8/2018) malam. Dari kiri ke kanan: I Wayan Supatrayasa, VP Kalimantan, Sulawesi dan Papua Region Garuda Indonesia; Nina Sulistyowati, Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia; dan Karyadi, GM Garuda Indonesia Ambon.KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Peresmian gerai Garuda Indonesia di Langgur, Maluku Tenggara, Jumat (3/8/2018) malam. Dari kiri ke kanan: I Wayan Supatrayasa, VP Kalimantan, Sulawesi dan Papua Region Garuda Indonesia; Nina Sulistyowati, Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia; dan Karyadi, GM Garuda Indonesia Ambon.
Menurut Nia, gerai Garuda Indonesia di Langgur salah satu kantor yang melayani penumpang dan barang.

Di Indonesia timur cuma ada dua, pertama di Makassar, Sulawesi Selatan dan kedua di Langgur, Maluku Tenggara. "Langgur ini yang pertama di Maluku dengan konsep gerai yang terintegrasi seperti ini," kata Nia.

Baca juga: Sedapnya 6 Kuliner yang Harus Anda Coba di Ambon, Maluku

Mengenai penerbangan tambahan rute Ambon-Langgur, Nia memaparkan akan melihat jumlah penumpang. Walaupun selama ini perkembangan kargo bagus, dan pariwisata mendukung.

"Secara nasional, pertumbuhan angkutan kargo Garuda tumbuh signifikan sekitar 20 persen dari tahun ke tahun," kata Nia.

"Ini potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan. Kehadiran Garuda mampu mendorong geliat bisnis dan pariwisata di Maluku Tenggara dan Kota Tual," sambungnya.

Peresmian gerai Garuda Indonesia di Langgur, Maluku Tenggara, Jumat (3/8/2018) malam.KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Peresmian gerai Garuda Indonesia di Langgur, Maluku Tenggara, Jumat (3/8/2018) malam.
Saat ini selain Garuda Indonesia, maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Karel Sadsuitubun-Langgur adalah Wings Air rute Ambon-Langgur dan Sriwijaya Air rute Makassar-Langgur.

I Wayan Supatrayasa selaku VP Kalimantan, Sulawesi dan Papua Region Garuda Indonesia melanjutkan, Garuda hadir di Langgur untuk mengejar pertumbuhan kargo dan penumpang.

"Di pesawat ATR kami sediakan 500 kilogram untuk kargo. Kargo dari Langgur yang potensial adalah ikan. Nantinya ikan dari Langgur diterbangkan ke Ambon. Lantas ke Jakarta dan mancanegara. Pagi berangkat dari Langgur dan jam 11 siang sudah sampai Jakarta," katanya.

Adanya gerai di Langgur, lanjut Wayan, untuk memberikan kemudahan bagi konsumen mengirim barang.

Dia menjelaskan ada tiga pilihan pengiriman barang yang disediakan Garuda. Pertama door to door, di mana petugas akan mendatangi ke rumah. Kedua, city to city, ambil barang di kantor. Ketiga, port to port, barang bisa diambil di bandara.

Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia di Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, Maluku Tenggara, Maluku, Kamis (2/8/2018).KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia di Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, Maluku Tenggara, Maluku, Kamis (2/8/2018).
Wayan memaparkan Garuda Indonesia siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual hingga dikenal wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.

"Maluku Tenggara dan Kota Tual memiliki banyak destinasi wisata yang indah-indah. Kalau mereka ingin mempromosikan destinasi wisata, tinggal beritahukan ke kami, mau promosi di kota mana dan bentuknya seperti apa. Kita bisa kerja sama," tambah I Wayan Supatrayasa.




Close Ads X