Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/09/2018, 15:33 WIB

BITUNG, KOMPAS.com - Taman Nasional Taka Bonerate telah dikenal sejak dulu. Kawasan ini bahkan ditetapkan sebagai kawasan konservasi oleh Belanda pada era kolonial.

Dari peninggalan peta tahun 1901 kawasan ini telah dikenal oleh bangsa Belanda, tetapi bukan sebagai Taka Bonerate. Melainkan Tijger Eilanden, atau dalam bahasa Indonesia Kepulauan Macan. Tidak ada yang tahu pasti kenapa disebut Kepulauan Macan.

Setelah dinobatkan menjadi kawasan konservasi, barulah Belanda mengubahnya menjadi Taka Bonerate, yang diambil dari bahasa lokal setempat.

"Taka itu karang, Bone itu pasir, dan rate itu atas, jadi kalau diartikan secara harfiah 'Hamparan Karang Di Atas Pasir'," ungkap Asri, Humas Pusat Data Informasi TN Taka Bonerate, saat perayaan Hari Konservasi Alam Nasional di Bitung, Sabtu (31/8/2018).

Hingga saat ini status kawasan konservasi berangsur naik. Dari kawasan konservasi menjadi cagar alam laut melalui SK Menteri Kehutanan No. 100/kpts-II/1989.

View salah satu spot diving di Taka Bajang Pogo, Taman Nasional Taka BonerateAsri/TN Taka Bonerate View salah satu spot diving di Taka Bajang Pogo, Taman Nasional Taka Bonerate
Ditunjuknya Taka Bonerate sebagai cagar alam laut dikarenakan Taka Bonerate merupakan hamparan karang berbentuk cincin (atol) dan terdapat habitat khusus serta ekosistem terumbu karang (lamun).

Semua kekayaan itu diperuntukkan sejak dahulu untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Pada tahun 1992, Taka Bonerate ditunjuk menjadi Taman Nasional (TN). Pada 2001 menjadi Kawasan Pelestarian Alam Perairan Taman Nasional Taka Bonerate, dengan luas kawasan 530.765 hektar yang dikelola dengan sistem zonasi.

Lembaga internasional UNESCO mulai melirik TN Taka Bonerate pada 2015. Saat itu TN Taka Bonerate dinobatkan sebagai core zone dari cagar biosfer yang meliputi luasan satu kabupaten Kepulauan Selayar dengan nama Cagar Biosfer Taka Bonerate - Kepulauan Selayar.

Hingga kini TN Taka Bonerate mencakup 18 pulau kecil, lima bungin, dan 30 taka yang tersebar membentuk cincin/atol.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+