Jalur Pendakian Gunung Rinjani dari Lombok Tengah Resmi Dibuka

Kompas.com - 21/11/2018, 12:10 WIB
Foto dari kamera smartphone menunjukkan pemandangan persawahan di kaki Pergasingan, di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur. Aktivitas Gunung Barujari di Kaldera Gunung Rinjani, tidak banyak mempengaruhi kehidupan warga Desa Sembalun Lawang yang letaknya di sebelah timur gunung, karena abu vulkanik terlihat mengarah ke barat.KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT Foto dari kamera smartphone menunjukkan pemandangan persawahan di kaki Pergasingan, di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur. Aktivitas Gunung Barujari di Kaldera Gunung Rinjani, tidak banyak mempengaruhi kehidupan warga Desa Sembalun Lawang yang letaknya di sebelah timur gunung, karena abu vulkanik terlihat mengarah ke barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalur pendakian ke Gunung Rinjani melewati Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng) secara resmi dibuka untuk membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan taman nasional yang sempat lumpuh akibat gempa bumi Agustus 2018.

Pembukaan jalur pendakian sekaligus dirangkai dengan peluncuran program e-Rinjani itu dilakukan oleh Bupati Lombok Tengah Suhaili FT, bersama dengan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono, di Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (19/11/2018).

“Atas izin Pemerintah pusat jalur pendakian Gunung Rinjani wilayah Lombok Tengah ini resmi dibuka,” ujar Bupati Loteng, Suhaili FT saat acara peresmian tersebut di area Parkir Taman wisata air terjun Benang Stokel Desa Aik Berik, dalam siaran pers Kemenpar Selasa (20/11/2018).

Baca juga: Begini Kondisi Terkini Jalur Pendakian Gunung Rinjani Pasca-Gempa Lombok

Pembukaan jalur pendakian Aik Berik merupakan satu dari empat jalur pendakian resmi. Tiga lainnya yakni jalur pendakian Timbanuh, dan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur pendakian di Senaru, Kabupaten Lombok Utara.

Jalur pendakian di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, masih ditutup karena kondisinya rusak berat akibat gempa bumi sehingga membahayakan keselamatan jiwa.

Pendaki menapaki padang sabana menuju puncak Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Minggu (24/1/2016). Saat ini, 90 persen pendaki gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut itu adalah wisatawan mancanegara.
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Pendaki menapaki padang sabana menuju puncak Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Minggu (24/1/2016). Saat ini, 90 persen pendaki gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut itu adalah wisatawan mancanegara.
Bupati Loteng mengatakan dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani melalui wilayah Lombok Tengah ini, untuk ke depan pihaknya akan melakukan penataan sehingga bisa membawa manfaat bagi masyarakat khususnya di wilayah Utara Lombok Tengah.

Baca juga: Pasca-Gempa, Pendakian Gunung Rinjani Akan Ditutup 1 Tahun

Oleh karena itu, menurut Suhaili, sangat diharapkan dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama agar apa yang diikhtiarkan bisa terwujud.

“Peluang ini bisa menciptakan lapangan kerja masyarakat, sehingga bisa dijadikan tempat untuk mencari rezeki," kata Suhaili dalam siaran pers.

Baca juga: Pascagempa, Wisatawan Kembali Kunjungi Tiga Gili di Lombok

Untuk ke depan, jalur pendakian di wilayah Lombok Tengah akan ada lima titik yaitu Desa Karangsidemen, Desa Lantan, Desa Seteling, dan Desa Aik Bual. Jalur tersebut nantinya akan bertemu di satu titik batas wilayah Gunung Rinjani yang dikelola oleh TNGR.

“Jalur pendakian ini nanti yang terindah, ternyaman, dan termodern sedunia. Ini juga bisa jadi penyeimbang antara pengembangan pariwisata di selatan dengan di utara,” kata Suhaili.

Ketua Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti menyambut baik pembukaan jalur pendakian Aik Berik Gunung Rinjani itu. Menurut Guntur, dengan dibukanya pendakian itu akan membuka kembali arus masuk wisatawan ke NTB karena Gunung Rinjani merupakan salah satu atraksi untuk membangkitkan pariwisata di NTB.

“Saat ini proses pemulihan untuk NTB sudah berjalan baik dan saat ini Lombok sudah mulai ramai di kunjungi wisatawan. Menteri Pariwisata Arief Yahya pada World Travel Market (WTM) 2018 di London awal bulan November silam juga mempromosikan jika NTB sudah bangkit. Lombok sudah aman untuk di kunjungi," ujar Guntur Sakti yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Biro Komunikasi Publik di Kementerian Pariwisata.  

Keindahan Gunung Rinjani wajib dikunjungi (Sumber: Shutterstock) Keindahan Gunung Rinjani wajib dikunjungi (Sumber: Shutterstock)
Sementara itu Kepala TNGR Provinsi NTB, Sudiyono mengatakan, pembukaan jalur ini sudah melalui persyaratan dan melibatkan semua pihak, karena hanya jalur ini yang layak, baik dari segi keamanan dan kebutuhan air bagi para pendaki.

"Jalur pendakian di Aik Berik dibuka resmi hari ini dalam rangka menghilangkan dahaga pendaki pecinta Rinjani," kata Sudiyono.

Di samping itu, melalui jalur pendakian ini, para pendaki dapat menikmati obyek wisata seperti air terjun, padang sapan, dan keindahan alam lainya. Sehingga para pendaki bisa lebih nyaman.

Saat ini pihaknya juga sudah melengkapi fasilitas pendukung lainya seperti penunjuk arah, serta para petugas porter atau guide. Sementara Jalur Senaru dan Sembalun masih ditutup, karena kondisi belum aman pascagempa. (*)




Close Ads X