Kompas.com - 24/12/2018, 21:59 WIB
Pengunjung bermain jet ski di Pantai Beach Club, Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Minggu (24/9/2017). Segala keindahan dari Tanjung Lesung membuat pemerintah menetapkan kawasan tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Banten. ANTARA FOTO/YUSRAN UCCANGPengunjung bermain jet ski di Pantai Beach Club, Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Minggu (24/9/2017). Segala keindahan dari Tanjung Lesung membuat pemerintah menetapkan kawasan tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Banten.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT. Jababeka Group selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung akan terus mempromosikan pariwisata Tanjung Lesung pascatsunami Selat Sunda. Hal itu dilakukan agar iklim industri pariwisata khususnya investasi tak lesu.

"(Kelanjutan KEK) Ya jalan terus karena dengan ada hal ini kita harus hati-hati, harus lebih berani untuk mengadakan promosi dan training semuanya," kata Chairman & Founder PT. Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono dalam acara jumpa pers Musibah Selat Sunda dan Pesisir Banten di Menara Batavia, Jakarta, Senin (24/12).

Ia mengatakan peristiwa tsunami Selat Sunda tak akan mengurangi rencana pengembangan KEK Tanjung Lesung. Pasalnya, sudah banyak investasi dan tenaga kerja yang terserap oleh pengembangan KEK Tanjung Lesung.

"Jangan kecil hati dengan tsunami ini tapi justru membangkitkan semangat kita. Proses recovery sekarang, secepatnya bisa membuka kembali agar tidak hilang minat orang ke sana. " ujarnya.

Menurutnya, PT. Jababeka Group selaku pengembang akan mempromosikan kawasan Tanjung Lesung di dalam negeri maupun luar negeri. Hal itu dilakukan agar investasi pariwisata di Tanjung Lesung bisa semakin maju.

"Seperti di Aceh sesudah tsunami semakin hebat, di Jepang Fukushima kena radiasi makin hebat. Bersama-sama kita harus bicara positif mengenai pembangunan di sana," tambah Darmono.

Ia mengatakan Tanjung Lesung memegang peranan penting dalam pengembangan pariwisata di Banten Selatan. Darmono menyebut kawasan Tanjung Lesung seperti kawasan Nusa Dua Bali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tanjung Lesung sangat vital untuk pembangunan Banten terutama Banten Selatan. Karena Tanjung Lesung ibarat Nusa Dua-nya Banten. Di mana Nusa Dua Bali dipakai sebagai alat pemicu di bidang pariwisata," ujar Darmono.

Sebelumnya, PT. Jababeka Group menargetkan akan mulai mengoperasikan Tanjung Lesung Beach & Resort mulai tanggal 1 Januari 2019. Pihaknya menyebut akan menawarkan sekitar 50 persen dari total cottage di Tanjung Lesung Beach & Resort kepada masyarakat.

Namun, Darmono mengakui akan ada pergeseran segmen pengunjung tujuan berwisata ke tujuan untuk penelitian dan penanganan pascatsunami.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.