Tiga Strategi Kemenpar Pulihkan Pariwisata Pasca-tsunami Selat Sunda

Kompas.com - 27/12/2018, 19:02 WIB
Pantauan udara dari pesawat Cesna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air yang menunjukan pemukiman di wilayah pesisir Banten porak poranda akibat terjangan tsunami. Sebagian perahu warga merangsek ke daratan lantaran terdorong gelombang tsunami Rakhmat Nur Hakim/Kompas.comPantauan udara dari pesawat Cesna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air yang menunjukan pemukiman di wilayah pesisir Banten porak poranda akibat terjangan tsunami. Sebagian perahu warga merangsek ke daratan lantaran terdorong gelombang tsunami


JAKARTA, KOMPAS.com -  Menteri Pariwisata Arief Yahya saat kunjungan ke lima titik destinasi wisata yang terdampak tsunami Selat Sunda yakni di Anyer, Carita, Labuan, Tanjung Lesung dan Menes memaparkan tiga strategi untuk pemulihan pariwisata setempat.

Strategi tersebut adalah pemulihan sumber daya manusia atau kelembagaan, pemulihan destinasi, dan pemasaran.

"Strategi pemulihan ini dilakukan saat masa tanggap darurat selama 14 hari selesai. Hal pertama yang kita pulihkan adalah  SDM dan kelembagaannya melalui kegiatan trauma healing (pemulihan trauma) untuk masyarakat yang berdomisili dan berusaha di destinasi wisata, termasuk para pekerja di sektor industri pariwisata, seperti pegawai -pegawai hotel, komunitas dan Industri pariwisata itu sendiri,” ujar Menpar Arief Yahya di Posko Labuan, Pandeglang, Banten, Kamis (27/12/2018).

Baca juga: Tsunami Selat Sunda, 69 Hotel dan Villa di Pandeglang Rusak

Arief juga menyebutkan Kemenpar akan meminta kepada pihak terkait tagihan listrik, air, dan cicilan untuk memberi kelonggaran di bidang keuangan, termasuk cicilan ke bank. Mengacu kepada tindakan yang sama saat bencana di Bali dan Lombok terjadi beberapa waktu lalu.

Strategi selanjutnya adalah pemulihan pemasaran untuk menumbuhkan rasa percaya kepada masyarakat untuk mau berwisata ke pesisir Selat Sunda terutama ke daerah Pandeglang dan Serang.

Tim TCC Kemenpar melihat kondisi langsung dampak 3A Tsunami Selat Sunda di Mutiara Carita Cottages, Senin (24/12).DOK. TCC KEMENPAR Tim TCC Kemenpar melihat kondisi langsung dampak 3A Tsunami Selat Sunda di Mutiara Carita Cottages, Senin (24/12).

"Recovery (pemulihan) harus secepat mungkin. Untuk Anyer dan sekitar saya prediksi satu bulan sudah mulai pulih. Pemerintah lah yang harus memulai. Karena bila pemerintah sudah masuk, kepercayaan masyarakat sudah tentu ikut,” kata Arief.

Baca juga: Saat Tsunami Selat Sunda, Okupansi Kamar di Tanjung Lesung Resort Capai 90 Persen

Kemenpar akan menyelenggarakan rapat koordinasi pemulihan pasca-tsunami Januari mendatang di salah satu hotel kawasan Anyer. Sekaligus mengajak kementerian dan lembaga lain untuk mau mengadakan acara di daerah Selat Sunda untuk membantu pemulihan pasca-tsunami.

Strategi ini pula yang disebutkan Arief efektif untuk pemulihan bencana di Bali dan Lombok.

Terakhir adalah strategi untuk pemulihan destinasi. Kemenpar akan menyurati kementerian dan lembaga terkait untuk memperbaiki destinasi terdampak.

Target pemulihan wisata di daerah yang terdampak tsunami Selat Sunda ditargetkan Kemenpar dapat berlangsung selama tiga bulan. (*)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X