Membandingkan Motivasi Berwisata Setiap Penduduk Negara

Kompas.com - 31/01/2019, 16:06 WIB
Sejumlah turis mancanegara berswafoto saat berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Kementerian Pariwisata menargetkan pada 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia naik sebesar 500 persen menjadi 5 juta dan menghasilkan devisa Rp 87 miliar serta wisatawan nusantara naik 300 persen menjadi 2 juta dengan total devisa Rp.1,78 triliun.ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAH Sejumlah turis mancanegara berswafoto saat berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Kementerian Pariwisata menargetkan pada 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia naik sebesar 500 persen menjadi 5 juta dan menghasilkan devisa Rp 87 miliar serta wisatawan nusantara naik 300 persen menjadi 2 juta dengan total devisa Rp.1,78 triliun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Situs pemesanan akomodasi Booking.com menemukan keterkaitan antara wisata dan status kewarganegaraan.

Berdasarkan penelitian terhadap 53.492 responden di 31 negara, disimpulkan bahwa kewarganegaraan memengaruhi gaya berwisata seseorang.

"Bagi sebagian besar traveler, motivasi utama traveling adalah untuk bersantai. Jadi, tidak mengejutkan jika 90 persen traveler warga Indonesia menyatakan bahwa meluangkan waktu untuk bersantai adalah motivasi penting untuk traveling,” dikutip dari siaran pers Booking.com yang diterima KompasTravel, Rabu (30/1/2019).

Selain wisatawan asal Indonesia, wisatawan negara lain juga mengungkapkan motivasi berwisata. Jawabannya cenderung unik, ada yang lari dari rutinitas sampai untuk bernostalgia.

Baca juga: Motivasi dan Faktor Lain yang Mendorong Orang Indonesia Berwisata

Seperti motivasi berwisata wisatawan asal China (83 persen) dan Taiwan (76 persen) lebih suka merasakan gaya hidup yang lebih sederhana. Ada juga wisatawan asal Jepang (66 persen), Jerman (72 persen), dan Hong Kong (80 persen) adalah untuk menghindari tuntutan di rumah.

Sedangkan 73 persen wisatawan Argentina berwisata untuk nostalgia atau mengenang masa lalu. Mayoritas wisatawan Denmark dan Perancis memiliki motivasi jika berwisata mereka bebas melakukan apa yang diinginkan.

Terakhir, untuk sebagian wisatawan, traveling adalah soal status sosial. Wisatawan asal Indonesia (75 persen), India (75 persen), dan Filipina (80 persen) mengatakan motivasi traveling mereka adalah pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi teman.

Ilustrasi travelingShutterstock Ilustrasi traveling

Perbedaan gaya traveling global yang signifikan terdapat pada wisata petualangan. Wisatawan Rusia mengungkapkan mereka lebih suka menghabiskan waktu luangnya dengan mencari tantangan dan kesenangan.

Sementara wisatawan Belanda dan Jerman menempatkan motivasi mencari tantangan dan kesenangan paling rendah.




Close Ads X