Sejarah dan 5 Fakta Lain Seputar Angpao di Budaya Tionghoa

Kompas.com - 06/02/2019, 21:03 WIB
Pedagang menunjukkan amplop angpao bermotif anjing yang dijual di toko pernak-pernik Imlek di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/2/2018). Menjelang Tahun Baru Imlek pada 16 Februari, sejumlah pedagang mulai menjajakan pernak-pernik imlek bertemakan Anjing karena menurut perhitungan astrologi China bahwa 2018 merupakan Tahun Anjing Tanah.ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Pedagang menunjukkan amplop angpao bermotif anjing yang dijual di toko pernak-pernik Imlek di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/2/2018). Menjelang Tahun Baru Imlek pada 16 Februari, sejumlah pedagang mulai menjajakan pernak-pernik imlek bertemakan Anjing karena menurut perhitungan astrologi China bahwa 2018 merupakan Tahun Anjing Tanah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat masih anak-anak, Imlek berarti momen untuk mendapatkan rezeki lebih. Ya, tradisi memberi angpao alias amplop merah berisi uang memang menjadi tradisi Imlek di kalangan orang Tionghoa.

Di balik angpao sebenarnya ada filosofi dan juga sejarah angpao, seperti yang KompasTravel rangkum berikut ini:

1. Penyebutan Angpao

Sebenarnya penulisan yang tepat adalah 'ang pow', kata ini berasal dari Bahasa Hokkian. Dalam bahasa Mandarin angpao disebut Hongbao. Orang Tionghoa-Indonesia yang mempopulerkan penyebutan dan penulisan angpao.

2. Sejarah Angpao

National Library Board Singapore menjelaskan bahawa angpao berasal dari legenda kuno China. Ada delapan dewa yang mengubah diri menjadi koin untuk membantu pasangan lansia menyelamatkan anak mereka dari iblis bernama Sui.

Saat Imlek tiba, delapan koin ini harus dibungkus kertas merah dan ditaruh di bawah bantal anak-anak agar terhindari dari iblis. Jadinya ada sebutan Ya Sui Qian yang berarti, uang yang dapat menangkal iblis.

Legenda ke dua dipercaya berasal dari Dinasti Tang. Saat Kaisar Xuanzong baru mendapat keturunan. Ia memberi koin emas dan perak kepada orang banyak untuk digunakan sebagai jimat pelindung bayi. Lantas perbuatan ini dicontoh masyrakat biasa.

3. Wajib Sejak Abad ke-12

Sejak Dinasti Song tepatnya abad ke-12, memberi uang di angpao atau disebut Li Shi dalam Bahasa Kanton menjadi kewajiban. Orang tua memberi ke anak-anak dan atasan memberi ke bawahan. Biasanya uang diberi dengan bungkusan kain sutra atau pakaian.

Kertas merah atau hongbao baru ada sejak abad ke 19. Saat ini juga berlaku hanya orang yang sudah menikah yang boleh memberi angpao.

4. Tata Cara Pemberian Angpao

Siapa saja boleh menerima angpao. Sebaliknya tidak semua orang boleh memberi angpao. Hanya orang yang sudah menikah yang boleh memberi angpao karena dianggap sudah dewasa.

Halaman:



Close Ads X