Saat di Yogya, Ini 4 Destinasi Wisata Alam yang Bisa Dikunjungi

Kompas.com - 13/02/2019, 21:33 WIB
Puncak SuroloyoSitus Dinas Pariwisata DIY Puncak Suroloyo

KOMPAS.com - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk berwisata dengan kerabat atau orang terdekat.

Kota yang masih kental dengan budaya Jawa ini, tak pernah sepi didatangi wisatawan, apalagi ketika akhir pekan dan masa liburan.

Kota yang punya Jalan Malioboro sebagai lokasi khasnya ini, ternyata juga menyimpan beberapa tempat wisata lain yang tak kalah menarik.

Di sisi barat Kota Yogyakarta, terdapat Kabupaten Kulon Progo yang menyimpan pemandangan alam begitu menawan. Apa saja destinasi wisata di daerah ini? Berikut ulasannya:

1. Desa Wisata Banjaroya

Desa Wisata BanjaroyaSitus Dinas Pariwisata DIY Desa Wisata Banjaroya
Desa wisata ini terletak di lereng perbukitan Menoreh, masuk dalam wilayah Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Tempat wisata ini berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.

Dilansir dari situs resmi Dinas Pariwisata DIY, desa wisata ini memberikan fasilitas kepada wisatawan yang ingin menikmati keindahan perbukitan Menoreh sekaligus belajar untuk tinggal dan berbaur dengan masyarakat desa setempat.

Masyarakat dapat mengikuti aktivitas warga, bertani, acara adat, menikmati pertunjukan seni lokal, kuliner lokal, tracking, hingga hiking mengelilingi desa.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati obyek-obyek wisata di wilayah sekitar desa, seperti Embung Banjaroya, Bendung Ancol, Goa Maria Sendangsono, dan wisata religi ke Makam Kyai Krapyak.

Apabila musim durian tiba, wisatawan dapat mengunjungi festival Durian Menoreh. Durian Banjaroya atau Durian Menoreh mempunyai aroma yang kuat, daging buahnya tebal, dan rasanya terkenal enak.

Durian Menoreh sendiri terdiri dari dua varietas unggulan, yaitu Durian Menoreh Jambon dan Durian Menoreh Kuning.

Wisatawan juga dapat melakukan aktivitas perkebunan dan hasil perkebunan dengan belajar membuat gula aren, coklat, kopi, hingga membuat jamu.

Baca juga: Pasar Durian Banjaroya Bisa Ditemui di Jalur Alternatif Jogja-Magelang

2. Kebun Teh Nglinggo

Kebun Teh NglinggoSitus Dinas Pariwisata DIY Kebun Teh Nglinggo
Terletak 35 kilometer sebelah barat dari Kota Yogyakarta, Anda dapat menikmati bentangan hijau Kebun Teh Nglinggo.

Kebun teh ini masuk dalam wilayah dua desa, yaitu Desa Ngargosari dan Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta.

Suasana kebun teh sangat damai dan sunyi, sehingga menciptakan ketenangan jiwa melepaskan penat kesibukan sehari-hari.

Penduduk di sekitar juga begitu ramah, bahkan petani teh juga bersedia mengajari cara memetik teh.

Wisatawan juga dapat melihat proses pengolahan teh, bahkan ditawari untuk mencoba menyeruput teh asli daerah ini.

3. Puncak Suroloyo

Puncak SuroloyoSitus Dinas Pariwisata DIY Puncak Suroloyo
Puncak Suroloyo merupakan titik tertinggi dari Perbukitan Menoreh yang membentang tinggi di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Magelang, dan Purworejo. Tempat wisata ini berlokasi sekitar 33 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.

Puncak Suroloyo berada di ketinggian sekitar 1.091 meter di atas permukaan laut.

Dari puncak ini, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan empat gunung, yakni Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing.

Tak hanya itu, terdapat tiga gardu pandang guna memandang bentangan alam Perbukitan Menoreh.

Rute menuju puncak ditempuh dengan menaiki ratusan anak tangga. Namun, rasa lelah tersebut akan terbayarkan dengan kecantikan alam yang disuguhkan sepanjang perjalanan.

Berkunjung ke Puncak Suroloyo ketika musim kemarau akan lebih mempesona, karena wisatawan dapat melihat indahnya matahari terbit dan terbenam tanpa terhalang kabut.

Apabila cuaca sangat cerah, para pengunjung dapat melihat kegagahan Candi Borobudur yang tampak kecil di antara lembah dan empat gunung.

Pastikan kendaraan Anda dalam keadaan baik ketika berkunjung ke sini, karena jalanan lumayan esktrem dengan rute berliku dan tanjakan curam.

Tiket masuk kawasan obyek sangat murah. Dilansir dari situs Dinas Pariwisata DIY, pengunjung hanya dikenai biaya Rp 2.000 per orang.

Baca juga: Kulon Progo Hidupkan Cerita “Api di Bukit Menoreh” dalam Sendratari

4. Goa Kiskendo

Goa KiskendoSitus Dinas Pariwisata DIY Goa Kiskendo
Goa Kiskendo terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Lokasi wisata ini berada di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.

Menurut sejumlah cerita, goa ini telah ditemukan sejak 2 abad lalu. Goa mempunyai panjang 1,5 kilometer di dalam bumi Bukit Menoreh.

Goa dikelola sejak 1979 oleh pemerintah daerah Yogyakarta, hingga kemudian dikelola oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo sejak 2005.

Tak usah khawatir apabila ingin belajar mengenai sejarah tempat wisata ini, karena terdapat jasa pemandu susur goa yang siap menemani perjalanan Anda.

Baca juga: Goa Kiskendo, Petilasan Pertapa yang Kini Jadi Obyek Wisata

Akses jalan menuju tempat wisata termasuk memadai, karena dapat dilewati kendaraan roda dua dan empat. Wisatawan disarankan menyiapkan tenaga ekstra, karena untuk memasuki goa, harus dilakukan dengan menapaki banyak anak tangga.

Di area taman, terdapat beberapa wahana permainan seperti jungkat-jungkit, seluncuran, dan lain-lain. Di bagian atas dan bawah objek wisata goa, terdapat bumi perkemahan yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung.

Keheningan akan Anda rasakan ketika memasuki lingkungan goa. Suasana goa minim cahaya, namun terdapat pemandu yang menyewakan senter.

Kiskendo merupakan sebuah cerita dalam pewayangan. Sejarahnya, Kiskendo, sebutan sebuah kerajaan di bumi dikendalikan manusia berkepala kerbau dan sapi, bernama Maesasura dan Lembusura.

Sugriwo dan Subali yang merupakan pemilih asli kerajaan tersebut datang merebut.

Sugriwo dan Subali datang dalam wujud setengah manusia setengah kera, menghancurkan Maesasura dan Lembusura. Pertempuran pun tak dapat dihindarkan.

Sugriwo kembali ke langit, sementara Subali terkubur di goa. Subali akhirnya dapt keluar dari goa tersebut dengan menjebol tanah, hingga akhirnya tercipa Goa Kiskendo.

 



Close Ads X