Ini yang Sebabkan Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia

Kompas.com - 21/03/2019, 08:20 WIB
Finlandia. ShutterstockFinlandia.

KOMPAS.com — Tahun ini Finlandia kembali ditetapkan sebagai negara terbahagia di dunia. Dalam hasil studi PBB yang dirilis pada Rabu (20/3/2019), negara yang terkenal dengan museum, taman, hingga seni budayanya terebut menempati posisi teratas dari 156 negara yang disurvei.

Di posisi 10 besar negara paling berbahagia ditempati sesama negara Skandinavia, yaitu Norwegia dan Eslandia, disusul Belanda, Swiss, Kanada, Selandia Baru, dan Austria.

Mungkin Anda akan bertanya-tanya, mengapa Finlandia ditetapkan sebagai negara dengan indeks kebahagiaan tertinggi?

Seorang profesor ekonomi dari University of British Columbia, John Helliwell, mengatakan, survei ini dilakukan dengan mewawancarai warga dari ke-156 negara itu terkait level kebahagiaan mereka.

Baca juga: 10 Kota Termurah di Eropa, Cocok untuk Turis Dompet Tipis...

Selain pertanyaan soal level kebahagiaan, responden juga ditanya soal masalah usia harapan hidup, pendapatan, dukungan sosial, hingga tingkat korupsi.

Namun, tak berhenti di situ, ia menyebut, survei ini juga dibuat berdasarkan tingkat kesejahteraan hidup para imigrannya.

"Memang benar bahwa tahun lalu semua orang Finlandia lebih bahagia daripada penduduk negara lain, tetapi imigran mereka juga imigran paling bahagia di dunia. Ini bukan tentang DNA Finlandia. Ini cara hidup yang dijalani di negara-negara itu,” papar Helliwell.

Baca juga: Tahun 2017, Finlandia Negara Teraman untuk Berwisata

Berikut paparan lebih rinci yang akan memberi Anda gambaran mengenai indeks kebahagiaan Finlandia yang menempati peringkat pertama di dunia tersebut.

Ilustrasi Istana Kepresidenan Finlandia.Thinkstock Ilustrasi Istana Kepresidenan Finlandia.

1. Kekuatan ekonomi

Jika Anda berpikir negara yang kaya pasti adalah negara yang memiliki indeks kebahagiaan yang tinggi, konsep itu tak sepenuhnya benar. Negara-negara yang paling bahagia di dunia tidak harus yang terkaya, tetapi mereka yang mampu menangani ekonomi global yang tidak stabil.

Finlandia telah mengalami beberapa kali kemerosotan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Finlandia mampu bangkit kembali dengan tempo yang cepat. Hanya sekitar enam persen populasi Finlandia yang hidup dalam kemiskinan dan Finlandia memiliki jumlah 'pekerja miskin' terendah di UE setelah kemerosotan ekonomi itu terjadi.

Finlandia juga menarik pajak yang tinggi kepada warga. Namun, pajak tersebut diinvestasikan dengan bijaksana sehingga mampu menciptakan program-program sosial yang merata.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X