Menpar Berharap LCCT Bandara Soekarno-Hatta Datangkan 2 Juta Wisman

Kompas.com - 29/04/2019, 19:09 WIB
Terminal LCC Bandara Soekarno Hatta. Dokumentasi Angkasa Pura IITerminal LCC Bandara Soekarno Hatta.

KOMPAS.com - Pada Rabu (1/5/2019) Indonesia akan memiliki terminal khusus bagi maskapai penerbangan berbiaya murah atau disebut dengan low-cost carrier terminal ( LCCT). Saat itu Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan mulai beroperasi sebagai LCCT yang khusus melayani penerbangan internasional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap, dengan dibukanya LCCT ini jumlah wisatawan mancanegara ( wisman) ke Indonesia akan meningkat.

“Kira-kira kalau dibulatkan 10 persen dari target. Jadi misalkan begini, misal target kita kan 20 juta (wisman ke Indonesia), kira-kira 2 jutanya dari pembukaan LCCT. Tapi saya belum ngitung ini detailnya berapakah yang akan disumbangkan oleh Terminal 2F,” ujar Menpar ketika melakukan kunjungan ke Menara Kompas, Senin (29/4/2019).

Menpar menambahkan, sebagian besar wisman yang datang ke Indonesia adalah melalui jalur udara. Pembukaan terminal maskapai berbiaya rendah ini diharapkan mempermudah dan mampu menarik minat wisman datang ke Indonesia.

Terminal LCC Bandara Soekarno Hatta.Dokumentasi Angkasa Pura II Terminal LCC Bandara Soekarno Hatta.

“Nah airlines itu ada dua besar, satu full service carrier, seperti Garuda, SQ (Singapore Airline), lalu ada low cost carrier (LCC) seperti Air Asia, Lion. Yang full service carrier hanya tumbuh 5 persen, yang LCC tumbuhnya lebih dari 20 persen,” lanjut Menpar.

Menurutnya, sejauh ini wisman yang datang ke Indonesia menggunakan layanan full service carrier karena Indonesia belum memiliki LCCT.

Oleh sebab itu, dalam sebuah rapat terbatas Presiden Joko Widodo berpendapat bahwa Indonesia harus segera memiliki LCCT. Hal ini kemudian direspon secara positif oleh PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.

Menpar menambahkan, saat ini komposisi penggunaan maskapai di Indonesia adalah 60:40.

“Nah ini komposisinya lebih banyak full service carrier, nah ini yang akan kita geser.  Katakanlah target sekarang akan kita geser jadi 50:50. Nah kalau ini terjadi terus menerus seperti negara lain maka kami yakini akan banyak wisman ke Indonesia karena kalau untuk wisatawan itu tidak naik bisnis class, dia akan naik ekonomi class atau LCC, apalagi milenial,” paparnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X