Kompas.com - 30/04/2019, 08:37 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi CEO Group of Media Kompas Gramedia Andy Budiman dalam kunjungan dan diskudi di kantor Kompas Gramedia, Menara Kompas, Jakarta, Senin (29/4/2019). KOMPAS.COM/M LATIEFMenteri Pariwisata Arief Yahya didampingi CEO Group of Media Kompas Gramedia Andy Budiman dalam kunjungan dan diskudi di kantor Kompas Gramedia, Menara Kompas, Jakarta, Senin (29/4/2019).
Penulis Latief
|
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Milenial adalah konsumen pariwisata masa depan yang kedatangannya sudah sangat dirasakan saat ini. Industri pariwisata belum sepenuhnya melayani kalangan ini sehingga Kementerian Pariwisata akan fokus menggarap potensi tersebut.

Demikian dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungannya ke kantor Kompas Gramedia di Menara Kompas, Jakarta, Senin (29/4/2019). Menpar mengatakan upaya itu perlu dilakukan untuk mencapai target devisa 20 miliar dollar AS dari pariwisata tahun ini.

Ada 3 hal utama perlu dijadikan perhatian agar bisa fokus menggarap potensi pasar milenial tersebut. Pertama, tutur Menpar, kalangan milenial memiliki needs dan behavior yang sangat bergantung pada teknologi dan media sosial.

"Kedua, segmen ini penting, karena size dan influence power-nya besar. Maka, yang ketiga, butuh strategi marketing khusus untuk mengkapitalisasi potensi mereka sebagai masa depan industri pariwisata," ujar Arief.

Beruntungnya, lanjut Menpar, Presiden RI Joko Widodo, meminta pariwisata dijadikan leading sector untuk mendapatkan devisa sehingga kementerian lain ikut mendukungnya. Seiring datangnya era kreatif atau cultural industry dalam revolusi industri 4.0, lanjut Menpar, dia optimistis bisa menggarap pasar milenial.

"70 persen anak milenial itu sudah digital, mereka sudah memanfaatkan era digitalnya. Kalau urusan mencari destinasi wisata, memesan tiket ataupun bayar sudah terbiasa pakai aplikasi, ini yang berubah dan harus diikuti," kata Menpar.

Menpar bahkan mencontohkan fenomena hadirnya Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional, terutama setelah Traveloka berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai pasar utama wisata, lanjut Menpar, pasar pariwisata Asia sudah didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun yang mencapai hingga 57 persen. Di China generasi milenial akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta.

"Jadi, ini kesempatan besar kita. Kalau bicara agriculture itu kita ingat Thailand, sedangkan sektor manufaktur kita akan ingat China, dan IT adalah Amerika Serikat, lalu Indonesia itu apa, ya wisata. Dengan majunya industri kreatif, kita akan masuk lewat Bekraf, dan Kemenpar akan dorong itu," ujar Menpar.

Apalagi, lanjut Menpar, pengakuan internasional terhadap pariwisata Indonesia semakin terasa betul, terutama setelah Lonely Planet memasukkan Indonesia sebagai peringkat ketujuh dalam 10 negara terbaik untuk dikunjungi tahun 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.