Kejuaraan Dunia Selancar di Bali jadi Ajang Promosi Pariwisata

Kompas.com - 14/05/2019, 21:09 WIB
Peselancar Costa Rica, Brisa Hennessy, melakukan manuver dengan ombak, sehari menjelang dimulainya seri ke-3 kejuaraan dunia selancar dari Liga Selancar Dunia atau World Surf League (WSL) Champions Tour 2019 di Pantai Keramas, Gianyar, Bali, Minggu (12/5/2019). Kejuaraan yang diikuti oleh 56 peselancar yang terbagi menjadi 37 peselancar putra dan 19 peselancar putri ini akan berlangsung 13-25 Mei 2019.AFP/SONNY TUMBELAKA Peselancar Costa Rica, Brisa Hennessy, melakukan manuver dengan ombak, sehari menjelang dimulainya seri ke-3 kejuaraan dunia selancar dari Liga Selancar Dunia atau World Surf League (WSL) Champions Tour 2019 di Pantai Keramas, Gianyar, Bali, Minggu (12/5/2019). Kejuaraan yang diikuti oleh 56 peselancar yang terbagi menjadi 37 peselancar putra dan 19 peselancar putri ini akan berlangsung 13-25 Mei 2019.


BALI, KOMPAS.com - Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indroyono Soesilo mengatakan, kejuaraan dunia selancar atau World Surf League ( WSL) Champions Tour 2019 di Bali memiliki dampak positif bagi pariwisata di Tanah Air.

Dia mengatakan, jutaan pasang mata akan melihat seperti apa keindahan pantai dan ombak yang bagus di Gianyar, Bali.

“Tahun lalu 5 juta orang melihat kejuaraan ini streaming dari berbagai dunia. dan tahun ini diperkirakan akan lebih. lantaran perhari ini saja sudah satu juta orang yang liat,” kata Indroyono berdasarkan siaran pers yang diterima KompasTravel, Senin (14/05/2019).

Baca juga: Kemenpar Targetkan Tahun 2020 Seluruh Destinasi Wisata Tersertifikasi

Indroyono menilai, event berskala internasional ini mampu mengangkat citra Bali sebagai daerah tujuan wisata.

Karenanya, ajang ini merupakan promosi Kemenpar untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) penggemar olahraga selancar yang kebanyakan dari Australia.

“Para surfer itu spending-nya 80 dolar AS perhari dengan lama tinggalnya minimal satu minggu. Mereka datang dengan keluarga, tim, bahkan fans,” katanya.

“Market-nya sudah jelas, mereka sudah ke Bali. Sekarang tinggal diperkenalkan spot baru itu ke negaranya,” lanjut Indroyono.

Sementara itu, perwakilan WSL Indonesia, Tipi Jabrik berharap, seluruh komponen bisa tetap menjaga kelestarian pantai agar kondisi ombak bisa tetap baik untuk mendukung pelaksanaan kejuaraan selancar.

WSL Champions Tour sendiri sudah digelar empat kali di Indonesia, sebelumnya pada tahun 2008, 2013, dan 2018. Untuk tahun ini, kejuaraan digelar mulai 13 sampai 25 Mei 2019. (*)




Close Ads X