Pekan Gawai Dayak Ke-34 Dibuka, Upaya Genjot Kunjungan Wisatawan

Kompas.com - 21/05/2019, 12:00 WIB
Tarian adat buka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-34, di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (20/5/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTA Tarian adat buka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-34, di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (20/5/2019).


PONTIANAK, KOMPAS.com - Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-34 yang dipusatkan di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, resmi dibuka Senin (20/5/2019).

Acara tersebut diresmikan Gubernur Sutarmidji dan Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis bersama jajaran Forkopimda Kalbar.

Dalam kesempatannya, Sutarmidji menegaskan, pemerintah daerah komitmen untuk terus menggelar agenda budaya tersebut setiap tahunnya.

"Dukungan ini bukan hanya dalam bentuk dukungan moril, tetapi juga materil. Kegiatan ini sudah menjadi agenda pariwisata daerah, sehingga akan terus kita dukung," kata Sutarmidji, Senin sore.

Selama ini, Pekan Gawai Dayak terbukti dapat menyedot perhatian wisatawan, baik domestik maupun internasional. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya wisatawan asing baik dari Malaysia, Brunei Darusalam, maupun beberapa negara Eropa lainnya yang datang ke Kota Pontianak.

"Hal ini jelas memberikan dampak positif pada pariwisata kita, hotel penuh, restoran dan rumah makan penuh dan ini jelas memberikan kita keuntungan pada percepatan perputaran ekonomi daerah," ujarnya.

Penampil berfoto bersama dalam Pekan Gawai Dayak ke-33 di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (20/5/2018).  Perhelatan gawai ini merupakan salah satu wujud eksistensi seni dan budaya masyarakat Dayak, baik di tingkat nasional dan internasional.KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Penampil berfoto bersama dalam Pekan Gawai Dayak ke-33 di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (20/5/2018). Perhelatan gawai ini merupakan salah satu wujud eksistensi seni dan budaya masyarakat Dayak, baik di tingkat nasional dan internasional.

Jadwal kegiatan disesuaikan dengan Ramadhan

Perayaan adat maupun keagamaan seperti ini juga menandakan bahwa Kalbar kaya akan kebudayaan. Apalagi kegiatan ini bersamaan dengan umat muslim melaksanakan ibadah puasa. Ini menunjukkan pengembangan budaya itu sarat dengan toleransi dan saling menghormati.

"Untuk itu, saya selaku gubernur memberikan kesempatan kepada semua budaya apapun untuk mengembangkannya di Kalimantan Barat. Panitia juga telah menyesuaikan jadwal kegiatannya karena untuk menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa," ucapnya.

Ia menjelaskan panitia telah menyampaikan kepada dirinya, bahwa mulai dari jelang berbuka puasa sampai lepas salat tarawih tidak ada kegiatan.

"Pada tanggal 22 Mei juga tidak ada kegiatan. Tapi nanti akan menyesuaikanlah nanti," ucapnya.

Menurut dia, Pemprov Kalbar telah menganggarkan Rp 300 juta untuk mendukung pelaksanaan Pekan Gawai Dayak yang pos anggarannya berada di Dinas Pariwisata Kalbar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X