Mudik ke Belitung, Ini 5 Makanan Khas yang Tak Boleh Dilewatkan

Kompas.com - 21/05/2019, 20:07 WIB
Gangan Laut yang berbahan dasar ikan ketarap laut, diolah menggunakan bumbu kunyit dan campuran nanas asli Belitung.KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Gangan Laut yang berbahan dasar ikan ketarap laut, diolah menggunakan bumbu kunyit dan campuran nanas asli Belitung.

KOMPAS.com – Belitung yang terkenal sebagai kampungnya Laskar Pelangi memiliki banyak potensi wisata dan budaya. Tempat ini selalu menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya, terutama deretan pantainya.

Namun selain wisata alam, Belitung juga terkenal oleh khasanah kulinernya. Jika Anda mudik ke Belitung, berikut 5 makanan khas yang tak boleh dilewatkan.

1. Gangan

Gangan merupakan sup ikan kuah kuning khas Belitung dengan bumbu kunyit, cabai rawit, belacan atau terasi khas Bangka Belitung, dan potongan nanas muda.

Masakan ini mirip dengan Lempa dari Bangka atau Asam Pade dari Sumatera Utara. Gangan merupakan masakan sehari-hari yang kerap dimasak oleh orang Belitung. Gangan memiliki rasa yang tidak terlalu berlemak tidak seperti rendang maupun gulai ayam yang banyak santan.

2. Mi Belitung

Masakan khas Pulau Bangka Belitung, mie Belitung.Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Masakan khas Pulau Bangka Belitung, mie Belitung.

Mi belitung merupakan makanan sejenis mi kuning yang disiram kuah kental kecokelatan. Rasanya manis bercampur gurih. Namun lebih dominan rasa manisnya.

Udang menjadi bahan utama di dalam racikan kuah kentalnya. Kuah kental berasal dari kaldu udang asli ditambahi bumbu-bumbu, seperti gula aren, bumbu merica, laos, maizena dan daun salam.

Bentuk mi Belitung umumnya tebal. Mi ini kerap disajikan bersama tauge, irisan tahu, kentang, bakwan dan ketimun  dengan tambahan toping emping melinjo.

3. Laksa Belitung

Laksa adalah makanan berjenis mie yang merupakan makanan hasil akulturasi kebudayaan Tiongkok-Melayu. Laksa Belitung bahan utamanya terbuat dari tepung beras dan tepung kanji yang dibuat adonan kemudian ditekan sehingga adonan berbentuk mi, yang kemudian langsung dimasukkan ke dalam air mendidih.

Setelah masak dan mengapung, diangkat dan dimasukkan ke air dingin. Setelahnya disatukan dengan telapak tangan sedikit-sedikit  kemudian diletakkan di atas daun pisang. Satuan laksa disebut dengan cap. Selanjutnya Laksa disajikan bersama kuah dari gilingan tenggiri dicampur santan, kunyit, garam dan bumbu lain.

4. Rusip

Kuliner khas Bangka, rusip. Rusip adalah kuliner dari ikan bilis yang difermentasi bersama garam, air kerak nasi dan diolah bersama bawang, jeruk kunci, cabai, dan gula. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Kuliner khas Bangka, rusip. Rusip adalah kuliner dari ikan bilis yang difermentasi bersama garam, air kerak nasi dan diolah bersama bawang, jeruk kunci, cabai, dan gula.

Rusip adalah ikan yang difermentasikan dengan garam dan tepung beras yang sudah disangrai, yang selanjutnya disimpan dalam guci sambil ditutup rapat. Bentuk rusip seperti cairan coklat kehitaman. Dahulu, Rusip sering dipakai sebagai cara mengawetkan ikan ketika tangkapan sedang berlimpah sedangkan distribusi lambat.

Kini Rusip sudah sangat jarang dibuat. Rusip kini lebih sering digunakan sebagai oleh-oleh khas Belitung dengan cara dikemas dalam botol bekas.

5. Sambal Lingkong

Sambal Lingkong merupakan makanan khas dari Pulau Belitung. Walau disebut sambal, Sambal Lingkong sebenarnya semacam abon atau serundeng yang terbuat dari ikan. Sambal Lingkong kebanyakan terbuat dari tengiri santan kelapa, dan berbagai rempah lainnya.

Biasanya Sambal Lingkong dibuat menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha atau untuk jamuan makanan saat hajatan.




Close Ads X