Naik Citilink, ke Kamboja Bisa Terbang Langsung dari Jakarta

Kompas.com - 21/06/2019, 18:54 WIB
Dubes RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng; VP Corporate Strategy Citilink Indonesia, Heriyanto, dan jajaran otoritas Bandara Internasional Phnom Penh dalam peresmian rute baru Jakart-Phnom Penh, Jumat (21/6/2019).KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Dubes RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng; VP Corporate Strategy Citilink Indonesia, Heriyanto, dan jajaran otoritas Bandara Internasional Phnom Penh dalam peresmian rute baru Jakart-Phnom Penh, Jumat (21/6/2019).
PHNOM PENH, KOMPAS.com - Maskapai Citilink Indonesia rute Jakarta - Phnom Penh dengan nomor penerbangan QG 512  berhasil mendarat di Bandara Internasional Phnom Penh, Kamboja pada Jumat (21/6) pukul 14.25 waktu setempat. Penerbangan langsung dan perdana ini bisa digunakan wisatawan untuk pergi Kamboja dari Jakarta.
 
“Kami terbang 3 kali seminggu menghubungkan Phnom Penh dengan ibukota Jakarta. Untuk Citilink, Phnom Penh ini kota ketiga di Asia Tenggara yang diterbangi setelah Penang dan Kuala Lumpur,” kata Vice President Corporate Strategy Citilink Indonesia, Heriyanto di Bandara Internasional Phnom Penh, Kamboja, Jumat (22/6).
 
Citilink, lanjut Heriyanto, mengembangkan rute-rute internasional seperti Phnom Penh. Ia berharap penerbangan langsung Jakarta - Phnom Penh bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan hubungan antar kedua negara. 
 
“Faktor niche market itu penting bagi kita. Dibanding head to head ke Singapore, kompetitor banyak. Namun ke Phnom Penh, kami langsung didukung oleh pemerintah setempat,” ujar Heriyanto.
 
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Sudirman Haseng mengatakan penerbangan langsung dari Jakarta ke Phnom Penh merupakan simbol yang sangat penting bagi Indonesia dan Kamboja. Baginya, penerbangan langsung ini adalah hadiah untuk merayakan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kamboja.
 
“Kami melihat ada potensi yang sangat besar di Kamboja. Saya menilai ada keperluan yang sangat penting dengan permintaan penerbangan langsung dsri Phnom Penh ke Jakarta. Saya percaya dengan adanya konektivitas langsung akan meningkatkan pertumbuhan sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata,” tambah Haseng.
Pemandangan Kota Phnom Penh dari pesawat Citilink, Jumat (21/6/2019).KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Pemandangan Kota Phnom Penh dari pesawat Citilink, Jumat (21/6/2019).
 
Penerbangan perdana Jakarta - Phnom Penh membawa 67 penumpang, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal LCCT (Low Cost Carrier Terminal) pukul 11.30. Penerbangan sebaliknya dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Phnom-Penh pukul 15.30 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal LCCT (Low Cost Carrier Terminal) pukul 19.00 dengan nomor penerbangan QG 513.
 
Penerbangan dari dan menuju ke Kamboja beroperasi 3 kali seminggu pada hari Senin, Rabu dan Jumat.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X