Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

14 Tempat Wisata Andalan Sawahlunto

Kompas.com - 27/06/2019, 14:08 WIB
Silvita Agmasari,
Sri Anindiati Nursastri

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kota Sawahlunto di Sumatera Barat berhasil masuk dalam nominasi Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO. Sawahlunto yang tadinya terkenal sebagai kota batu bara kini lebih dikenal sebagai kota wisata.

Baca juga: 5 Fakta Seputar Sawahlunto yang Masuk Nominasi Situs Warisan Dunia

 

Ada banyak destinasi wisata yang menarik dikunjungi di Sawahlunto, seperti berikut ini:

1. Danau Biru

Danau ini merupakan bekas galian tambang batu bara. Saat ini difungsikan sebagai tempat wisata dengan danau berair biru yang menjadi latar untuk berfoto.

2. Lubang Mbah Soero

Ini merupakan lobang tambang pertama di Sawahlunto. Lokasinya berada di Lembah Soegar. Sejak tahun 2007 lobang ini dibuka untuk dijadikan wisata menelusur terowongan sepanjang 1,5 kilometer.

3. Museum Goedang Ransoem

Museum ini dahulu adalah dapur umum, tempat mengolah makanan para pekerja tambang. Di dalamnya menyimpan peralatan masak raksasa yang digunakan untuk memasak saat itu. Selain dapur, kompleks museum juga terdiri dari beberapa bangunan seperti galeri etnografi, galeri Malaka, dan Iptek Center.

4. Makam Belanda Sawahlunto

Sebagai bekas pemukiman orang Belanda sebelum Indonesia merdeka, Sawahlunto memili banyak peninggalan dengan ciri Belanda. Termasuk kuburan tua Belanda. Kubur besar dengan dekorasi ala Eropa ternyata memberi kesan gothic dan dijadikan tempat berfoto.

Gereja di Sawahlunto, Sumatera Barat, masih bergaya arsitektur zaman kolonial.KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARI Gereja di Sawahlunto, Sumatera Barat, masih bergaya arsitektur zaman kolonial.

5. Gedung Pusat Kebudayaan

Gedung Societeit atau Gluck Auf berada persis di depan Hotel Ombilin. Pada masa kolonial, gedung ini disebut juga Rumah Bola karena merupakan tempat bermain bowling dan billiard para pejabat Belanda. Setelah direvitalisasi oleh pemerintah daerah, akhirnya gedung ini beralihfungsi sebagai Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto.

6. Taman Segitiga

Bisa dibilang tempat ini adalah alun-alun kota Sawahlunto. Sesuai dengan namanya, taman berbentuk segitiga terletak di depan Kantor Bukit Asam. Muda-mudi Sawahlunto selalu datang meramaikan suasana taman, baik siang maupun malam. Di sini deretan pedagang tertata rapi membuka lapak dagangan mereka.

7. Silo 

Merupakan tempat penyimpanan batu bara. Bentuknya seperti tabung raksasa. Jika Anda datang dari arah Batu Sangkar, tiga silo besar akan menyambut begitu memasuki kota. Sekaligus sebagai ikon kota.

8. Galeri Info Box

Galeri ini merupakan pusat informasi wisata di Sawahlunto. Gedung yang pernah menjadi pusat pertemuan para pekerja tambang ini juga menyimpan koleksi mengenai sejarah tambang dan orang rantai di Sawahlunto.

Kereta api wisata bertenaga batu bara, Mak Itam, dipakai untuk membawa pebalap sepeda menuju ke lokasi start etape 6A Tour de Singkarak 2011 Sawahlunto menuju Istano Basa Pagaruyung, Sumatera Barat, Sabtu (11/6/2011). Panitia sengaja mengajak peserta Tour de Singkarak 2011 menaiki kereta api Mak Itam untuk mempromosikan potensi wisata di kota Sawahlunto. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Kereta api wisata bertenaga batu bara, Mak Itam, dipakai untuk membawa pebalap sepeda menuju ke lokasi start etape 6A Tour de Singkarak 2011 Sawahlunto menuju Istano Basa Pagaruyung, Sumatera Barat, Sabtu (11/6/2011). Panitia sengaja mengajak peserta Tour de Singkarak 2011 menaiki kereta api Mak Itam untuk mempromosikan potensi wisata di kota Sawahlunto.

9. Museum Kereta Api

Bangunan ini dahulu adalah Stasiun Kereta Api Sawahlunto. Kereta ternama yang menjadi koleksinya adalah lokomotif uap bernomor E 1060 bernama Mak Itam.

10. Waterboom

Tempat ini pernah menjadi pemandian pejabat dan putra-putri Belanda. Letaknya berada pada topografi perbukitan dengan luas sekitar 7 hektar.

11. Resort Kandi

Wisata alam terbuka yang berada di sisi Danau Tandikek. Ragam atraksi wisata ditawarkan, mulai dari wisata air perahu naga, speedboat, sepeda air, dan banana boat. Serta wisata alam outbound, go cart dan ATV. Selain atraksi wisata wahana ini juga dilengkapi dengan koleksi satwa.

Lanskap Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, dilihat dari kawasan Puncak Cemara, Sawahlunto, Kamis (28/5/2015). Kota yang terletak sekitar 90 kilometer dari Padang (ibu kota Sumatera Barat) ini terus menggenjot sektor pariwisata. Kota Sawahlunto menawarkan destinasi berupa kota tua yang berisi bangunan dan fasilitas sisa kegiatan pertambangan batubara yang berjaya sejak 1888 hingga akhir abad ke-20.KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA Lanskap Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, dilihat dari kawasan Puncak Cemara, Sawahlunto, Kamis (28/5/2015). Kota yang terletak sekitar 90 kilometer dari Padang (ibu kota Sumatera Barat) ini terus menggenjot sektor pariwisata. Kota Sawahlunto menawarkan destinasi berupa kota tua yang berisi bangunan dan fasilitas sisa kegiatan pertambangan batubara yang berjaya sejak 1888 hingga akhir abad ke-20.

12. Puncak Cemara City View

Berlokasi di ketinggian, dengan jarak enam kilometer dari pusat Kota Sawahluto. Dari Pucnak Cemara City View wisatawan dapat melihat pemandangan Kota Sawahlunto yang berada di lembah.

13. Puncak Polan

Selain Puncak Cemara, titik lain yang tidak kalah indah untuk melihat Sawahlunto dari ektinggian adalah Puncak Polan yangd isebut juga Puncak Sungai. Puncak ini dapat ditempuhs elama satu jam berkendarai dari Sawahlunto. Wisatawan juga dapat menjajal paralayang dari Puncak Polan.

14. Desa Wisata Rantih

Jaraknya sekitar 12 kilometer dari Sawahlunto, di desa wisata ini terdapat empat air terjun juga homestay dan wisata arum jeram.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com