Serunya Keliling Borobudur Naik “Si Antik” VW Safari

Kompas.com - 15/07/2019, 13:04 WIB
Tur naik VW Safari di kawasan Candi Borobudur, Magelang DOK.KEMENPARTur naik VW Safari di kawasan Candi Borobudur, Magelang

MAGELANG, KOMPAS.com – Pernah dengar soal Volkswagen 181? Jika belum, mungkin Kamu familiar dengan VW Camat, atau VW Safari. Mobil tua berkap terbuka ini mulai hadir di Indonesia pada 1973.  Di Indonesia, mobil ini disebut VW Camat karena merupakan mobil dinas camat pada masa itu.

Sekarang, terlebih di kota besar, VW Safari jarang muncul di jalanan. Namun jika ingin bernostalgia sambil menikmati perjalanan, cobalah datang ke Magelang tepatnya kawasan Candi Borobudur.

“Total ada 51 mobil, paling tua keluaran 1973 dan paling muda keluaran 1976,” tutur Sunyoto (67), pengemudi VW Safari yang dinaiki KompasTravel beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mobil Antik VW Ini Disediakan untuk Wisatawan Keliling Borobudur

Penyedia wisata ini adalah VW Tour Borobudur. Agar lebih tampak instagramable untuk foto, VW Safari memiliki ragam warna seperti merah, biru langit, sampai hijau mint. Tak hanya dari Magelang, VW Safari ini juga berasal dari berbagai kota lain di Indonesia. Sebut saja Bangka Belitung, Bogor, Jakarta, Lampung, dan masih banyak lagi.

VW Tour Borobudur melewati beberapa desa wisata di sekitar Candi Borobudur.KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI VW Tour Borobudur melewati beberapa desa wisata di sekitar Candi Borobudur.

Saya kemudian memanjat masuk mobil berwarna krem dengan plat nomor BN 1680 PO. Sunyoto kemudian mempersilahkan saya untuk mengenakan caping (topi petani berbentuk kerucut) sebagai penutup kepala. Maklum, kap mobil ini terbuka. 

“Tamu bisa booking untuk dua jam, tiga jam, atau enam jam. Titik penjemputan tergantung keinginan tamu,” tuturnya.

Mobil antik tersebut akan mengantar Kamu berkeliling kawasan di sekitar Candi Borobudur. Mengunjungi beberapa desa wisata, melihat panorama Pegunungan Menoreh, sampai experience membuat kerajinan lokal seperti gerabah dan batik.

Asbak berbentuk stupa Borobudur, salah satu hasil kerajinan Desa Nglipoh, Magelang.KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Asbak berbentuk stupa Borobudur, salah satu hasil kerajinan Desa Nglipoh, Magelang.

KompasTravel dibawa mengunjungi Desa Nglipoh yang merupakan desa wisata pembuatan gerabah. Desa berpenduduk sekitar 400 orang ini sudah melakukan tradisi membuat gerabah sejak berpuluh-puluh tahun silam. Hasil kerajinannya mulai dari tungku perapian, kap lampu, vas bunga, sampai yang paling ikonik yaitu asbak berbentuk stupa Borobudur.

Penasaran ingin berkeliling Borobudur naik VW Safari? Kamu bisa merogoh kocek sebesar Rp 250.000 (2 jam), Rp 350.000 (3 jam), dan Rp 600.000 (6 jam). Satu mobil VW Safari bisa dinaiki lima orang termasuk supir. Waktu terbaik untuk berkeliling Borobudur adalah pagi dan sore hari, bersamaan dengan momen matahari terbit dan tenggelam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X