Ini Bedanya Yukata dengan Kimono

Kompas.com - 10/09/2019, 20:17 WIB
Suasana acara Festival Jak-Japan Matsuri di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9/2019). Acara ini digelar untuk memeringati 61 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang dengan tema Indonesia & Japan Always Together, yang memiliki makna bahwa Jepang dan Indonesia akan selalu bekerja sama bahu-membahu dalam segala hal. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana acara Festival Jak-Japan Matsuri di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9/2019). Acara ini digelar untuk memeringati 61 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang dengan tema Indonesia & Japan Always Together, yang memiliki makna bahwa Jepang dan Indonesia akan selalu bekerja sama bahu-membahu dalam segala hal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu budaya Jepang yang diperkenalkan di Festival Jak-Japan Matsuri 2019 adalah Yukata. Yukata sendiri adalah salah satu budaya yang berasal dari Jepang.

"Di sini ada banyak booth yang memberikan pengunjung pengalaman memakai Yukata, atau baju adat Jepang untuk musim panas," kata Wakabayashi selaku Direktur Kebudayaan dan Pendidikan Kedutaan Besar Jepang sekaligus Wakil Komite Jak-Japan Matsuri 2019 saat diwawancarai KompasTravel.

Ia juga menyatakan Yukata memiliki kemiripan dengan Kimono, pakaian tradisional Jepang.

Ada beberapa hal membedakan Kimono dan Yukata. Biasanya Kimono berbahan lebih tebal, berbeda dengan Yukata yang berbahan lebih tipis. Selain itu, Kimono sifatnya lebih formal sedangkan Yukata lebih casual. 

Baca juga: Apa Bedanya Yukata dan Kimono Khas Jepang?

“Yukata biasa digunakan di musim panas karena bahannya yang lebih tipis. Selain itu harganya juga lebih murah dari Kimono dan juga lebih santai,” kata Haruka, salah satu orang Jepang yang mengunjungi festival ini dengan mengenakan Yukata.

Menurut Haruka, cara memakai Yukata lebih mudah dibanding Kimono, karena memiliki komponen pakaian yang lebih sedikit. Biasanya Yukata terbuat dari katun dan sudah berbentuk jubah.

Alat yang dibutuhkan untuk memasang Yukata adalah pita untuk mengikat lipatan pakaian dan Obi atau sabuk yang digunakan untuk mengencangkan dan mempertahankan bentuk pakaian juga sebagai aksesoris.

Ada beberapa tahap untuk memakai Yukata. Pertama, sarungkan jubah Yukata, lalu sesuaikan bagian belakang pakaian denga menyatukan dua bagian kerah ke tengah lalu tarik hingga kain terasa pas di punggung dan jahitan kain berbentuk lurus.

Selanjutnya, sesuaikan panjang kain di bagian kaki dengan cara menarik kain ke atas setinggi mata kaki. Setelah mendapatkan ukuran yang pas, balut kain ke tubuh, rapikan lipatan, lalu ambil pita dan ikatkan untuk menahan lipatan kain.

Baca juga: Jangan Salah Sebut Kimono dan Yukata, Begini Cara Membedakannya

Posisikan pita di bagian perut depan, silangkan ke bagian belakang, lalu buat simpul pita didepan. Rapikan bagian Yukata yang terlihat janggal dengan cara menarik. Kemudian ikatkan satu buah pita lagi di bagian bawah dada untuk mengunci bagian yang masih belum rapi.

Lipat dua salah satu ujung obi, sisihkan sekitar 30 – 40 cm bagian kain dan gantungkan di salah satu pundak. Lipat berbentuk segitiga bagian obi yang berada di daerah perut sehingga membentuk huruf “L” dan balutkan dua kali mengelilingi badan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X