Bahaya Mengintai dari Kecantikan Devil's Tear Nusa Lembongan

Kompas.com - 17/09/2019, 15:30 WIB
Devils Tear di Nusa Lembongan, Bali ShutterstockDevils Tear di Nusa Lembongan, Bali

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua turis asing meninggal setelah perahu motor cepat yang ditumpangi tenggelam di sebelah barat Devil's Tear, Nusa Lembongan, Klungkung, Bali, Senin (16/9/2019).

Kejadian ini menambah panjang deretan kasus fatal Devil's Tear yang menelan nyawa turis.

Baca juga: Kronologi 2 WNA Tewas Akibat Speed Boat Terbalik di Devils Tear Lembongan

"Kalau bicara Devil's Tear memang sangat bahaya. Masyarakat setempat dari dulu menghindari lewat tempat ini karena tahu ombaknya sangat besar," jelas Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) I Nyoman Nuarta saat dihubungi Kompas.com, Kami (17/9/2019).

Nyoman menyayangkan terjadinya kasus yang kembali menelan korban turis asing di Devil's Tear.

Ia berkata, sebenarnya warga setempat sudah memiliki pengetahuan akan bahaya Devil's Tear. Namun sayangnya masih ada yang berani membawa turis ke lokasi tersebut.

Proses evakuasi korban di Perairan Devils Tear, Nusa Lembongan, Klungkung, Senin (16/9/2019)KOMPAS.com/ ISTIMEWA Proses evakuasi korban di Perairan Devils Tear, Nusa Lembongan, Klungkung, Senin (16/9/2019)

"Berangkat dari kasus ini, tata kelola kegiatan wisata Nusa Lembongan harus ada perbaikan. Pemerintah Klungkung harus memberi atensi terhadap tiga Nusa ini (Nusa Lembongan, Nusa Penida, Nusa Ceningan)," tuturnya.

Ia menyarankan jika pemerintah terbilang sulit mengatur pariwisata di tiga Nusa, dapat membuat badan otoritas khusus yang memiliki kewenangan dan bertanggung jawab akan kegiatan pariwisata di tiga Nusa.

Nyoman juga memaklumi jika pemerintah setempat kesulitan, lantaran Kabupaten Klungkung terdiri dari wilayah darat dan perairan. Ia sadar bahwa mengatur kegiatan wisata di wilayah darat terbilang mudah, tetapi sulit di wilayah perairan.

Baca juga: Selain Kelingking, Ada 5 Pantai di Nusa Penida yang tak Kalah Elok

"Tiga Nusa ini potensinya luar biasa, seperti emas jika dikelola dengan benar. Sayangnya selama ini masih berjalan konvensional. Pengawasan tidak ada, SDM dan infrastrukturnya belum siap. Belum ada blueprint (perencanaan) pariwisata yang jelas, sama seperti daerah Bali lain kecuali BTDC di Nusa Dua," jelas Nyoman.

Panorama Pantai  di Nusa Penida, Klungkung, Bali, ?Surga Biru? bagi wisatawan. Pantai itu memiliki daratan yang menjorok ke laut seperti jari kelingking.KOMPAS/HENDRIYO WIDI Panorama Pantai di Nusa Penida, Klungkung, Bali, ?Surga Biru? bagi wisatawan. Pantai itu memiliki daratan yang menjorok ke laut seperti jari kelingking.

Sebelum kasus dua turis asal Brasil dan Afrika Selatan yang meninggal di perairan Devil's Tear, juga ada dua turis India yang hilang terserat ombak di perairan Devil's Tear pada Mei 2019 lalu.

Akibat kejadian pada Mei 2019 ini satu orang dinyatakan hilang dan satu berhasil diselematkan. Pada Agustus 2019, seorang turis China juga tewas karena jatuh dari tebing Devil's Tear saat berfoto.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X