Kompas.com - 28/09/2019, 09:00 WIB
Pemandangan indah bukit di pesisir utara dari Pulau Flores menuju ke Pulau Kinde, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, Kamis, (20/6/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.com/MARKUS MAKURPemandangan indah bukit di pesisir utara dari Pulau Flores menuju ke Pulau Kinde, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, Kamis, (20/6/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

MBAY, KOMPAS.com - Festival literasi pertama tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur dilaksanakan di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores.

Sebanyak 23 kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur akan bertemu di Kabupaten Nagekeo untuk mengikuti festival literasi yang diinisiasi oleh Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja. Acara ini dilaksanakan 27-30 September 2019.

Nagekeo memiliki kekayaan praktik literasi yang mengakar pada budaya dan jati dirinya. Kemampuan membaca teks kultural membekas pada lintasan historis yang sangat panjang.

Dalam menghadapi persoalan hidupnya, leluhur Nagekeo telah mewariskan cara membaca aksara alam dan budaya dengan proses kognitif yang istimewa.

Masyarakat Nagekeo hidup bersuku-suku dengan kekayaan bahasa dan dialek, sistem pengetahuan, sistem kemasyarakatan, ritual, sistem peralatan dan teknologi, artefak, seni dan kerajinan.

Hal ini merupakan bukti kuat yang mengharuskan masyarakat Nagekeo berbesar hati untuk menggali dan mempertahankan kearifan lokal dan bangkit merumuskan jati diri masa depannya.

Berbagai belenggu permasalahan yang dialami saat ini tidak boleh menghentikan langkah maju menuju masyarakat yang sejahtera, nyaman dan bermartabat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sesungguhnya Nagekeo bukanlah tidak memiliki modal dasar yang besar. Tuhan telah memberikan alam yang kaya berupa topografi, geologi, dan hidrologi yang mendukung pertanian, perikanan dan kelautan, perkebunan, dan peternakan dan lain-lain untuk memecahkan semua persoalan hidupny," kata Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, saat dihubungi Kompas.com melalui telepon selulernya, Senin, (23/9/2019.

Nagekeo, lanjutnya, juga memiliki posisi geostrategis yang menguntungkan karena berada di tengah-tengah Pulau Flores dan pantas dijuluki The Heart of Flores (Jantung dari Flores).

Selain itu, menurutnya Nagekeo bisa dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus yang membentuk segitiga emas di Pesisir Utara dengan Kawasan Pariwisata Nasional dan Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.