Kompas.com - 11/10/2019, 15:35 WIB
ILUSTRASI - Canang sari ShutterstockILUSTRASI - Canang sari

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat berlibur ke Bali, kamu akan melihat banten (sajen) khas Bali. Umumnya sajen ini terbuat dari janur dan dipenuhi dengan bunga warna-warni serta aneka buah atau jajanan.

Sajen-sajen ini memiliki nilai spiritual dan dihormati bagi masyarakat asli Bali terutama pemeluk agama Hindu Dharma. Canang sari merupakan upakara (perlengkapan) keagamaan umat Hindu Dharma untuk ritual persembahyangan setiap harinya.

Baca juga: Wisata di Bali, Jangan Nekat Kencing di Pohon!

Sajen paling umum dapat dilihat di setiap sudut Bali adalah canang sari. Bentuknya bulat atau kotak dan diisi dengan daun dan bunga warna warni, serta diberi dupa. Ukurannya setelapak tangan.

Biasanya canang sari bisa ditemukan di jalan tepat depan pintu toko atau rumah. Canang sari juga bisa ditemukan di dalam rumah, pura, toko, hotel, dan beberapa tempat lainnya.

Nyoman Suani selaku Serati Banten (ahli membuat sajen khas Bali), menjabarkan bahwa wisatawan hendaknya jangan menginjak canang maupun jenis sajen yang banyak ditemukan bila berkunjung ke Bali.

Canang sari dan sajen jenis lainnya mudah ditemukan di setiap perempatan, pagar, pohon besar, tempat suci, bahkan di jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau bisa jangan dilangkahi, jangan diinjak juga, kalau dilakukan dengan sengaja jangan," jelas Nyoman Suani, perempuan asli Bali yang pekerjaan sehari-harinya sebagai Serati Banten saat ditemui di stan mengulat janur di acara Pekan Kebudayaan Nasional di Istora, Senayan, Jakarata, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Etika dan Informasi Penting Sebelum Masuk Pura di Bali

Ia menghimbau agar wisatawan sebaiknya berhati-hati. Jangan sampai menginjak, menendang, dan melangkahi sajen, terutama dengan niatan sengaja.

Canang sariShutterstock Canang sari

"Ada yang, menginjak bahkan menendang itu ada yang kesurupan, ada yang sampai sudah pulang ke tempat asalnya lalu kembali ke Bali untuk memohon ampun dengan roh halus di Bali. Memang seperti itu, bukan mitos," paparnya.

Meski kamu tidak percaya pada hal mistis seperti ini, sebaiknya saat berkunjung ke suatu tempat, sebagai wisatawan harus menjunjung dan menghormati adat istiadat yang berlaku di tempat tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Jalan Jalan
Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Jalan Jalan
Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Jalan Jalan
PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

Travel Update
Hotel di Meksiko Wajibkan Turis dan Karyawannya Bawa Kartu Vaksin

Hotel di Meksiko Wajibkan Turis dan Karyawannya Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Disneyland Kembali Wajibkan Turis Pakai Masker walau Sudah Divaksin

Disneyland Kembali Wajibkan Turis Pakai Masker walau Sudah Divaksin

Travel Update
Belum Dapat Bantuan Selama Tutup, Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi

Belum Dapat Bantuan Selama Tutup, Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi

Travel Update
10 Mie Instan Paling Banyak Dibeli Orang Jepang, Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh

10 Mie Instan Paling Banyak Dibeli Orang Jepang, Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh

Jalan Jalan
Dieng Kembali Beku, tetapi Masih Tutup untuk Wisatawan

Dieng Kembali Beku, tetapi Masih Tutup untuk Wisatawan

Travel Update
Jangan Bingung Saat Pesan Kamar, Ini Penjelasan Jenis Kamar Hotel

Jangan Bingung Saat Pesan Kamar, Ini Penjelasan Jenis Kamar Hotel

Travel Tips
Ada Layanan Tes PCR di Bandara Adi Soemarmo, Harganya Rp 900.000

Ada Layanan Tes PCR di Bandara Adi Soemarmo, Harganya Rp 900.000

Travel Update
Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

Jalan Jalan
Desa Tete Batu Jadi Perwakilan NTB di Lomba Best Tourism Village UNWTO 2021

Desa Tete Batu Jadi Perwakilan NTB di Lomba Best Tourism Village UNWTO 2021

Travel Update
Peringati HUT Ke-76 RI, Hotel di Malang Ini Bagi Promo Menginap Gratis Periode Agustus 2021

Peringati HUT Ke-76 RI, Hotel di Malang Ini Bagi Promo Menginap Gratis Periode Agustus 2021

Travel Promo
Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X