Mengenal Keroncong Tugu, Musik Portugis-Betawi yang Membius Batavia

Kompas.com - 04/11/2019, 10:53 WIB
Keroncong Tugu Cafrinho, salah satu keroncong tugu yang ada di Kampung Tugu menampilkan beberapa lagu dalam perayaan ulang tahun Gereja Tugu yang ke 271, Minggu (3/11/2019). Nicholas Ryan AdityaKeroncong Tugu Cafrinho, salah satu keroncong tugu yang ada di Kampung Tugu menampilkan beberapa lagu dalam perayaan ulang tahun Gereja Tugu yang ke 271, Minggu (3/11/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com – Terasing, jauh dari kampung halaman, rindu sanak keluarga. 

Orang Portugis di Kampung Tugu tempo dulu merasakan betul bagaimana harus hidup dalam kondisi tersebut. 

Mereka yang terasing dulu berkuasa. Namun pada 1641, mereka dibuang Belanda ke daerag Tenggara Batavia yang kini disebut Kampung Tugu.

Namun, di tengah-tengah keterasingan itu, mereka justru menemukan hiburan.

Berbekal ingatan di kampung halaman, leluhur Kampung Tugu membuat semacam gitar kecil yang disebut Cavaquinho oleh orang Portugis.

Gitar kecil itu juga disebut-sebut sebagai cikal bakal berdirinya kelompok musik orkes Keroncong Tugu.

Baca juga: Menelusuri Kampung Tugu, Jejak Portugis di Utara Jakarta

Budayawan Kampung Tugu Guido Quiko mengungkapkan, gitar kecil itu terbuat dari pohon kayu yang ada di sekitaran Kampung Tugu.

Kayu itu dibentuk seperti gitar kecil menyerupai ukulele. Lambat laun, orang Portugis Kampung Tugu menyebutnya dengan kata machina.

Guido Quiko, budayawan sekaligus pemimpin kelompok musik Orkes Keroncong Tugu Cafrinho saat ditemui Kompas.com dalam perayaan ulang tahun Gereja Tugu yang ke 271 tahun, Minggu (3/11/2019).Nicholas Ryan Aditya Guido Quiko, budayawan sekaligus pemimpin kelompok musik Orkes Keroncong Tugu Cafrinho saat ditemui Kompas.com dalam perayaan ulang tahun Gereja Tugu yang ke 271 tahun, Minggu (3/11/2019).
"Machina itu dari suara yang bunyi itu menghasilkan suara crong. Orang-orang sekitar Tugu juga mendengarnya crong," kata Guido. 

"Tuh orang (Kampung) Tugu pada bunyi crang crong crang crong, akhirnya tersebutlah nama keroncong," lanjutnya.

Sejak saat itu lah, komunitas Kampung Tugu terkenal karena pandai memainkan alat musik keroncong. Kabar itu tersiar hingga beberapa daerah lain.

Belanda dan buaya keroncong

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X