10 Ide Libur Natal Tahun Baru Anti Mainstream di Jakarta

Kompas.com - 23/12/2019, 22:02 WIB
Beragam piringan hitam (vinyl) dari artis lokal dan mancanegara dijual di Blok M Square, Jakarta Selatan, Rabu (15/3). Tempat ini menjadi salah satu pusat penjualan piringan hitam di Jakarta.

Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)
15-03-2017

Untuk Urban HENDRA A SETYAWANBeragam piringan hitam (vinyl) dari artis lokal dan mancanegara dijual di Blok M Square, Jakarta Selatan, Rabu (15/3). Tempat ini menjadi salah satu pusat penjualan piringan hitam di Jakarta. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 15-03-2017 Untuk Urban

JAKARTA, KOMPAS.com - Libur Natal dan Tahun Baru di Jakarta bukan ide yang buruk. Ibu kota cenderung sepi saat libur akhir tahun.

Inilah waktu yang tepat menjelajah Jakarta dengan leluasa. Di Jakarta ada banyak tempat wisata yang terbilang anti-mainstream, belum begitu ramai wisatawan dibanding tempat wisata terkenal.

Berikut ini adalah 10 ide liburan di Jakarta, terdiri dari tempat wisata dan aktivitas. Tentunya tidak berkunjung ke mal, berikut rangkumannya dari Kompas.com:

Baca juga: 8 Tempat Glamping di Bogor, Cocok untuk Libur Natal dan Tahun Baru

1. Olahraga pagi di Taman Suropati

Jika malas pergi ke ajang Car Free Day di jalan Thamrin-Sudirman Jakarta karena terlalu ramai, pilihan lainnya dapat ke Taman Suropati di Menteng, Jakarta Pusat.

Lokasinya lebih terpencil, di tengah perumahan. Namun dipenuhi pohon rindang. Saban hari ada penjual makanan di sekitar sini yang cocok untuk sarapan. Tak jarang di akhir pekan juga banyak kegiatan olahraga gratis seperti yoga.

2. Berburu buku dan piringan hitam bekas di Blok M

Pergilah ke Blok M Square, di Jakarta Selatan. Lantai basement menjadi pusat buku bekas dan penjual CD, kaset tape, serta piringan hitam musik dari berbagai zaman.

Para penjual di Blok M Square kebanyakan adalah pindahan dari dareah Kwitang, Senen. Banyak buku dan piringan hitam lagka di sini. Beberapa kios kini juga menjual barang-barang lawas.

Baca juga: Jelajah Kuliner di Kawasan Little Tokyo Jakarta Selatan

Sejumlah anak saat berlatih silat di Rumah Si Pitung Marunda, Jakarta Utara, Minggu (06/05/2018). Rumah Si Pitung kerap digunakan sejumlah anak untuk berlatih tarian betawi, silat dan lain-lain, dengan tujuan melestarikan kebudayaan betawi.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL Sejumlah anak saat berlatih silat di Rumah Si Pitung Marunda, Jakarta Utara, Minggu (06/05/2018). Rumah Si Pitung kerap digunakan sejumlah anak untuk berlatih tarian betawi, silat dan lain-lain, dengan tujuan melestarikan kebudayaan betawi.

7. Berkunjung ke Rumah Si Pitung dan Kampung Tugu

Rumah Si Pitung berada di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Namun sebenarnya rumah tersebut bukan benar-benar rumah dari jawara Betawi Si Pitung. Si Pitung singgah ke rumah tersebut pada 1890-an.

Namun rumah panggung tersebut masih sangat terawat dan tetap menarik dikunjungi. Tak jauh dari Rumah Si Pitung, berkendara sekitar 10 menit ada Kampung Tugu.

Inilah kawasan tempat orang Indonesia keturunan Portugis berkumpul. Sejarah mereka yang begitu unik, sayang untuk dilewatkan. Berkunjunglah ke Gereja Tugu, gereja yang berusia lebih dari dua abad.

4. Menonton wayang orang

Di Jalan Kalilio, Senen, Jakarta Pusat terdapat tempat pertunjukan wayang orang satu-satunya di Jakarta. Wayang Orang Bharata sudah ada sejak 1963.

Harga tiket bervariasi tergantung lokasi tempat duduk. Pertunjukkan mulai pukul 20.00 WIB, menjadi pengalaman berbeda dari sekedar nonton bioskop. Pentas budaya yang menarik untuk disimak dan difoto.

Ruang rijsttafel di Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta.Kompas.com/Silvita Agmasari Ruang rijsttafel di Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta.

5. Makan malam ala Hindia Belanda

Tata cara makan ala Hindia Belanda, rijsttafel, patut untuk dicoba. Sebab inilah tata cara makan yang diadaptasi oleh orang Belanda dari Keraton di Jawa saat masa penjajahan.

Semakin sedikit restoran yang menyajikan makanan ala rijsttafel. Di Jakarta ada Tugu Kunstkring Paleis di Menteng yang masih melestarikan tata cara makan ini.

Telepon dahulu restoran untuk reservasi makan ala rijsttafel, jangan lupa tanya harganya karena harga makan ala rijsttafel cukup tinggi lantaran banyak lauk yang disajikan.

Baca juga: Ide Liburan Akhir Pekan, Tur Kuliner di Pasar Baru Jakarta

6. Wisata di sekitar Pasar Baru

Pasar yang berdiri sejak 1820 ini sangat menarik untuk dijelajah. Kamu bisa berburu pakain bekas dengan kondisi masih bagus di Metro Atom, belanja alat kecantikan dengan harga miring.

Jangan lupa di Pasar Baru juga bisa makan-makanan khas India, makan bakmi legendaris seperti Bakmi Gang Kelinci (tidak mengandung babi) dan Bakmi Aboen (mengandung babi), dan minum kopi di beberapa gerai kopi yang terkenal di sana.

7. Main Bebek-bebekan air dan kuliner betawi di Situ Babakan

Lokasi Situ Babakan berada di Srengseng Sawah, Jagakarta, Jakarta Selatan. Di lokasi Situ Babakan terdapat penyewaan bermain bebek-bebekan air.

Situ Babakan juga terkenal sebagai tempat pelestarian budaya Betawi. Jadi setelah lelah berwisata saatnya makan-makanan khas Betawi seperti es selendang mayang, dodol. dan gabus pucung di sini.

Baca juga: 8 Kuliner Khas Betawi yang Masih Eksis, Pernah Coba?

Salah satu tempat foto favorit wisatawan di Hutan Mangrove Angke.KOMPAS.COM/Alek Kurniawan Salah satu tempat foto favorit wisatawan di Hutan Mangrove Angke.

8. Main di Kawasan Ekowisata Mangrove PIK

Di Jakarta Utara tepatnya di kawasan Pantai Indah Kapuk terdapat kawasan hutam mangrove. Di sini wisatawan dapat meniti jembatan panjang, duduk di gaezobam dan tentunya berfoto.

Jika lelah, perjalanan dapat dilanjutkan dengan wisata kuliner di Pantai Indah Kapuk.

9. Nostalgia era 1970 di Jaya Pub

Jaya Pub di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat merupakan langganan para pejabat dan kespatriat pada masa kejayaanya.

Pub ini didirikan pada 1975 oleh pasangan selebriti Rima Melati dan almarhum Frans Tumbuan. Pub ini terkenal dengan pertunjukan musik langsung dan harganya yang terbilang terjangkau di zaman sekarang.

10. Makan durian di Kalibata

Sentra durian di Kalibata buka 24 jam, inilah tempat untuk bersantap durian berkualitas baik dnegan harga masuk akal di Jakarta. Durian di sini dijual per satuan, jika tidak manis bisa ditukar. 

Baca juga: 5 Tips Berburu Durian di Sentra Kuliner Durian Kalibata

Para pedagang menyediakan berbagai durian lokal dan juga luar seperti durian monthong Thailand. Waktu terbaik dan paling nyaman menyantap durian di Sentra Durian Kalibata mulai pukul 11.00-16.00 WIB. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X