7 Tips Mendaki Gunung Bismo via Silandak Saat Musim Hujan

Kompas.com - 28/12/2019, 11:05 WIB
Gunung Bismo dilihat dari Gunung Sindoro. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAGunung Bismo dilihat dari Gunung Sindoro.

KOMPAS.com – Mendaki gunung saat ini menjadi aktivitas yang lazim dilakukan, terutama saat hari libur seperti menyambut momen tahun baru.

Gunung Bismo pun menjadi salah satu tujuan pendakian pada malam tahun baru 2020 ini.

Gunung ini mulai dikenal banyak orang usai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara langsung meresmikan salah satu jalur pendakiannya, yakni via Silandak, Sabtu (20/7/2019) lalu.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak mendaki Gunung Bismo saat momen tahun baru terkait kondisi cuaca.

Baca juga: Catatan Panduan Pendakian Gunung Bismo via Silandak Bagian 1

Sebagian wilayah Indonesia memang sedang memasuki musim penghujan pada Bulan Desember dan Januari.

Perisapkan diri hadapi musim hujan

Imbauan agar pendaki mempersiapkan diri menghadapi musim penghujan disampaikan langsung salah satu pengelola Basecamp Pendakian Gunung Bismo via Silandak, Subekhi.

“Pendaki yang mau tahun barunan di Gunung Bismo memang harus mempersiapkan diri,” ujar Subekhi saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Selasa (17/12/2019).

Berikut ini adalah 7 tips mendaki Gunung Bismo yang ia sampaikan:

1. Bawa jas hujan

Pendaki yang hendak mendaki Gunung Bismo harus membawa perlengkapan standar pendakian, termasuk jas hujan atau mantel.

Baca juga: Catatan Panduan Pendakian Gunung Bismo via Silandak Bagian 2

“Itu (jas hujan) akan kami cek sebelum pendaki naik. Kalau mereka enggak bawa ya terpaksa enggak boleh lanjut naik,” kata Subekhi.

Ia melanjutkan, jas hujan memang menjadi barang bawaan yang penting untuk mengantisipasi seandainya hujan tiba-tiba turun di tengah perjalanan.

2. Bungkus barang bawaan dengan plastik

Subekhi juga mengimbau para pendaki untuk membungkus barang bawaan, terutama baju ganti dengan plastik.

“Pendaki harus melakukan packing basah. Jadi, semua perlengkapan pendakian itu dibungkus plastik semua.

Tujuannya, imbuh dia, agar barang bawaan tidak basah saat hujan turun. Pendaki pun bisa mengganti pakaian dengan yang kering saat berkemah agar tubuh tetap hangat.

3. Matikan smartphone saat cuaca buruk

Satu hal yang menggembirakan bagi pendaki adalah, sinyal seluler beberapa provider masih tetap ada sampai kawasan puncak.

Meski demikian, hal itu bisa menjadi sesuatu yang membahayakan diri para pendaki Gunung Bismo saat cuaca buruk.

“Kalau pendaki masih menyalakan alat komunikasinya di puncak pas cuaca buruk, rawan tersambar petir,” ujar Subekhi.

Oleh karena itu, pendaki hendaknya menahan diri dan mematikan smartphone-nya saat cuaca buruk.

4. Berkemah di Pos II

Tempat berkemah pendaki Gunung Bismo biasanya ada di Pos II dan Pos IV. Namun saat musim penghujan, pendaki diimbau berkemah di Pos II.

“Pendaki hendaknya berkemah di Pos II karena kalau di Pos IV itu berbahaya,” kata Subekhi.

Kondisi Pos IV memang cukup terbuka sehingga pendaki rawan terkena empasan angin ketika cuaca buruk.

Sementara itu, Pos II cukup aman karena masih tertutup oleh banyak pepohonan sehingga pendaki tidak akan terkena embusan angin kencang secara langsung.

5. Mendaki di malam hari dan ke puncak pagi hari

Subekhi mengatakan, biasanya hujan di Gunung Bismo terjadi siang hingga sore hari dan kemudian reda saat malam.

“Jadi pendakian pas musim hujan seperti ini paling pas biasanya malam setelah hujan reda, terus berkemah di Pos II,” ujar dia.

Pendakian menuju puncak baru dilanjutkan pagi hari sekitar pukul 03.00 WIB yang kemungkinan cuacanya cerah.

“Pendaki juga tidak boleh berjalan naik kalau cuacanya hujan. Jadi mereka kami tahan di Basecamp,” kata Subekhi.

6. Segera turun saat cuaca buruk

Jika pendaki sampai puncak saat cuaca cerah, maka mereka harus segera berjalan turun saat kondisi cuaca memburuk.

“Kalau sudah terlihat gumpalan awan hitam atau mendengar gemuruh suara petir, segera turun sebelum cuaca benar-benar buruk,” imbau Subekhi.

Puncak Gunung Bismo yang terbuka membuat pendaki rawan terkena angin kencang atau sambaran petir ketika terjadi badai.

7. Jangan sampai kehabisan kuota pendakian

Jumlah pendaki Gunung Bismo via Silandak ternyata dibatasi hanya 500 orang per harinya. Maka dari itu, jangan sampai sudah jauh-jauh sampai Basecamp, tetapi kuota pendakian sudah penuh.

Agar tidak kehabisan kuota, calon pendaki bisa melakukan booking pendakian dengan menghubungi nomor Basecamp Pendakian Gunung Bismo via Silandak di +62 838-2983-9505 (Subekhi) melalui pesan Whatsapp.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Masuk Daftar Negara Risiko Tinggi Covid-19 Afrika Selatan

Indonesia Masuk Daftar Negara Risiko Tinggi Covid-19 Afrika Selatan

Whats Hot
Liburan ke Puncak Bogor, Wisatawan Wajib Rapid Test Covid-19

Liburan ke Puncak Bogor, Wisatawan Wajib Rapid Test Covid-19

Whats Hot
Bisakah Indonesia Terapkan Special Tourist Visa seperti Thailand?

Bisakah Indonesia Terapkan Special Tourist Visa seperti Thailand?

Whats Hot
Jelang Akhir Tahun, Seperti Apa Mobilitas Wisatawan di Tengah Pandemi?

Jelang Akhir Tahun, Seperti Apa Mobilitas Wisatawan di Tengah Pandemi?

Whats Hot
Bagaimana Perkembangan Pariwisata Indonesia sejak Awal Pandemi Covid-19?

Bagaimana Perkembangan Pariwisata Indonesia sejak Awal Pandemi Covid-19?

Whats Hot
Jakarta Aquarium Buka Lagi, Harga Tiket Mulai Rp 135.000

Jakarta Aquarium Buka Lagi, Harga Tiket Mulai Rp 135.000

Whats Hot
Daftar 4 Maskapai yang Turunkan Tarif Tiket Pesawat hingga Akhir Tahun

Daftar 4 Maskapai yang Turunkan Tarif Tiket Pesawat hingga Akhir Tahun

Whats Hot
Jateng Bersiap Sambut Libur Panjang, Ada Rapid Test di Tempat Wisata

Jateng Bersiap Sambut Libur Panjang, Ada Rapid Test di Tempat Wisata

Whats Hot
Tempat Wisata di Bogor Boleh Buka, tetapi Harus Batasi Pengunjung

Tempat Wisata di Bogor Boleh Buka, tetapi Harus Batasi Pengunjung

Whats Hot
Pemkab Lebak Tutup Seluruh Tempat Wisata Saat Libur Panjang Oktober 2020

Pemkab Lebak Tutup Seluruh Tempat Wisata Saat Libur Panjang Oktober 2020

Whats Hot
Tarif Tiket Lion Air Group Turun Menyusul Kebijakan Pemerintah Tanggung Airport Tax

Tarif Tiket Lion Air Group Turun Menyusul Kebijakan Pemerintah Tanggung Airport Tax

Whats Hot
Harris Day 2020 Digelar Virtual, Peserta Lari dan Gowes dari Kota Sendiri

Harris Day 2020 Digelar Virtual, Peserta Lari dan Gowes dari Kota Sendiri

Whats Hot
Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Daftar 27 KA Jarak Jauh dari Jakarta

Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Daftar 27 KA Jarak Jauh dari Jakarta

Whats Hot
Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Tarif Tiket Garuda Indonesia Turun

Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Tarif Tiket Garuda Indonesia Turun

Whats Hot
Ada Tiket Murah Citilink hingga Akhir Tahun di 13 Kota Ini

Ada Tiket Murah Citilink hingga Akhir Tahun di 13 Kota Ini

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X