Tingkat Hunian Hotel di Yogyakarta Lesu, Bandara YIA Jadi Harapan

Kompas.com - 30/01/2020, 19:07 WIB
Presiden Joko Widodo (depan, tengah) didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (depan, kanan) dan sejumlah menteri, saat meninjau perkembangan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/8/2019). Presiden berharap, bandara dengan kapasitas terminal seluas 219.000 meter persegi yang bisa menampung 20 juta penumpang per tahun tersebut dapat menarik minat kunjungan ke DIY sekaligus wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. SETPRES/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo (depan, tengah) didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (depan, kanan) dan sejumlah menteri, saat meninjau perkembangan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/8/2019). Presiden berharap, bandara dengan kapasitas terminal seluas 219.000 meter persegi yang bisa menampung 20 juta penumpang per tahun tersebut dapat menarik minat kunjungan ke DIY sekaligus wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Hadirnya Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport menjadi angin segar bagi dunia perhotelan di Yogyakara.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Yogyakarta, Deddy Pranowo berharap bandara baru itu dapat kembali meningkatkan tingkat hunian yang selama ini stabil bahkan tak sesuai target.

"Tahun 2020 kita berharap target kita rata-rata 80 persen bahkan lebih. Ini bisa tercapai dengan adanya bandara baru, dan juga upaya kita dalam berpromosi," kata Deddy kepada Kompas.com di Yogyakarta, Jumat (24/1/2020).

Lanjut Deddy, bandara baru akan membantu aksesibilitas wisatawan dari dan ke Yogyakarta. Ia mengatakan dengan adanya bandara baru target tersebut dapat terpenuhi.

Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di Yogyakarta Tidak Capai Target, Gara-gara Hotel Virtual?

Namun adanya bandara Internasional Yogyakarta itu pun belum cukup. Deddy mengungkapkan bandara baru perlu diiringi dengan adanya penambahan direct flight langsung ke Yogyakarta.

"Tidak hanya sekarang Malaysia, Singapura, tapi kita minta dari Eropa, Timur Tengah, China, Australia bisa masuk di situ. Bahkan tidak hanya direct flight langsung saya kira, tapi juga menjadi bandara transit menuju daerah atau negara tertentu," jelasnya.

Jelas Deddy, bandara transit artinya dapat menaikkan dan menurunkan penumpang agar brand bandara Internasional Yogyakarta di bandara luar negeri terpampang.

"Brand inilah yang paling penting, ini target kita di 2020. Ini kan ada daya tarik tersendiri dan bisa menumbuhkan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai pariwisata merugikan masyarakat," tambahnya.

Sebelumnya, ditemui di acara peluncuran Calendar of Events 2020 Yogyakarta, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo juga mengatakan hal yang sama terkait harapan dari bandara baru bagi pariwisata.

Ia meyakini bandara baru menjadi harapan baru untuk mendatangkan wisatawan terutama wisatawan mancanegara.

Baca juga: Supoyo, Alternatif Oleh-oleh Kekinian di Yogyakarta

"Bandara Adisutjipto tidak bisa dilewati oleh pesawat besar, nah di YIA pesawat yang paling besar dan paling berat itu bisa mendarat di sana. Maka dari itu potensi untuk direct flight saya kira akan lebih banyak lagi, karena areanya, daya tampungnya juga semakin lebar," kata Singgih kepada Kompas.com, Kamis (23/1/2020).

Untuk mencapai hal tersebut, Dinas Pariwisata DIY telah berkomunikasi ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait promosi bandara baru ini dengan cara penambahan direct flight terutama dari Asia.

"Jadi seperti Bangkok, Vietnam, Australia itu bagian yang kami ingin dorong supaya wisatawan yang sudah berada di Asia Tenggara juga akan lebih murah datang ke Yogyakarta. Saya kira poinnya itu," jelasnya.

Baca juga: Catat! Ada Pesta Durian di Kulon Progo, Yogyakarta Pada 1 Februari 2020

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X