Kompas.com - 03/02/2020, 21:18 WIB
Pewarta Kumparan, Johanes Hutabarat (23), mencoba kacamata virtual reality (VR) yang akan digunakan untuk melihat pesta rakyat Selametan Jakarta usai pelantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (16/10/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIPewarta Kumparan, Johanes Hutabarat (23), mencoba kacamata virtual reality (VR) yang akan digunakan untuk melihat pesta rakyat Selametan Jakarta usai pelantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (16/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa tahun belakangan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) semakin gencar digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Baik itu untuk keperluan bermain game, atau sebagai alat bantu wisata edukasi seperti di Gedung Sate, Bandung.

Ternyata merencanakan perjalanan dengan memanfaatkan kedua teknologi tersebut juga dapat dilakukan oleh pelancong.

“Untuk penggunaan VR/AR itu tergantung dari agen perjalanan yang menggunakan teknologi untuk memfasilitasi bisnis layanan perjalanan online tersebut. Ini juga merupakan sebuah hal yang menarik,” kata Regional Director APAC Operator Territories Travelport Gary Harford saat ditemui Kompas.com dalam acara presentasi data Global Digital Traveler Research (GDTR) 2019 oleh Travelport di The Hermitage, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Baca juga: Weekend di Yogyakarta, Ini 7 Tempat Wisata Instagramable ala Luar Negeri

Penggunaan VR/AR tentu akan mempermudah pelancong untuk menentukan apakah mereka ingin berkunjung ke tempat tersebut atau tidak.

Sebab, mereka dapat merasakan suasana seperti sedang berada di tempat tersebut.

Terlebih lagi jika mereka menggunakan kacamata khusus VR. Pengguna serasa akan dibawa ke tempat tersebut, melalui tampilan gambar dan audio pelengkap.

Berdasarkan survei GDTR terhadap 23.000 wisatawan dari 20 negara, termasuk 500 wisatawan Indonesia, sebanyak 75 persen wisatawan Indonesia mengatakan bahwa mereka memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap pengalaman digital yang baik saat merencanakan perjalanan.

“Mereka mengatakan bahwa mereka akan senang jika dalam merencanakan perjalanan, mereka dapat memanfaatkan teknologi ini (VR/AR) melalui ponsel mereka. Tidak hanya anak muda, bahkan hingga wisatawan yang sudah tua juga menginginkannya,” tutur Harford.

Harford mengatakan bahwa sejauh ini masyarakat yang memanfaatkan aplikasi layanan bisnis jasa perjalanan milik mereka dapat fitur Speech-To-Text  (sistem mengubah text jadi audio) untuk merencanakan perjalanan. Selain itu, mereka juga dapat menggunakan fitur Visual Search (pencarian visual).

Baca juga: Musin Hujan, Yuk Liburan Akhir Pekan di 5 Tempat Wisata Indoor Jakarta

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.