Ini Cara Aman Susur Sungai Menurut Ahli

Kompas.com - 25/02/2020, 20:43 WIB
Sejumlah anak susur sungai menggunakan ban bekas atau ngalun di aliran Sungai Ciliwung Kampung Warna-warni, Desa Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/9/2017). ANTARA FOTO / YULIUS SATRIA WIJAYASejumlah anak susur sungai menggunakan ban bekas atau ngalun di aliran Sungai Ciliwung Kampung Warna-warni, Desa Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/9/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com - Kegiatan susur sungai yang dilakukan oleh siswa-siswi Pramuka SMPN 1 Turi, Sleman Yogyakarta pada Jumat (21/2/2020) menimbulkan jatuhnya korban jiwa 10 orang.

Kegiatan susur sungai sesungguhnya dikatakan aman dan bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) periode 2017-2021, Amalia Yunita.

Baca juga: Mengenal Kegiatan Susur Sungai, Amankah bagi Anak?

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mulai dari persiapan hingga selama kegiatan tersebut berlangsung.

Yuni mengatakan semua kegiatan yang dilakukan di alam terbuka memiliki kesiapan dan keamanan yang sama, salah satunya dengan mempelajari lokasi terlebih dulu.

Baca juga: Serunya Gowes Susur Lembah Bengawan Solo Purba

"Untuk semua kegiatan di alam terbuka, yang terpenting adalah pelajari terlebih dulu lokasi tersebut," kata Yuni ketika dihubungi Kompas.com, Senin (24/2/2020).

"Termasuk potensi-potensi bahaya yang ada baik yang berasal dari alam maupun manusianya sendiri. Termasuk juga cuaca, perubahannya dan akibat dari perubahan cuaca," imbuhnya.

Kata Yuni, potensi bahaya yang terjadi karena cuaca penting diperhatikan. Hal ini karena belakangan banyak fenomena alam yang sebelumnya tidak pernah terjadi, justru menjadi sering.

Sejumlah warga menaiki perahu bermesin (kelotok) untuk menyusuri Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (6/6/2019).Wisata susur Sungai Martapura menjadi pilihan warga untuk mengisi libur Hari Raya Idul Fitri di Banjarmasin.ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S Sejumlah warga menaiki perahu bermesin (kelotok) untuk menyusuri Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (6/6/2019).Wisata susur Sungai Martapura menjadi pilihan warga untuk mengisi libur Hari Raya Idul Fitri di Banjarmasin.

Oleh karena itu, ia mengatakan pengetahuan dan kearifan lokal juga menjadi hal penting untuk dipelajari bagi para pemandu kegiatan alam.

Berikut cara aman susur sungai yang telah dibagikan Yuni kepada Kompas.com:

1. Pelajari terlebih dulu lokasi kegiatan, mulai dari alam sampai manusia

Cara pertama agar kegiatan susur sungai menjadi aman dan menyenangkan adalah mengetahui atau mempelajari terlebih dulu lokasi kegiatan.

Hal-hal yang bisa dipelajari menurut Yuni di antaranya mulai dari potensi bahaya dari alam maupun manusianya.

Selain itu, potensi bahaya dari cuaca juga tidak boleh terlupakan. Menurutnya, pemandu kegiatan atau ahli tersebut harus bisa mengetahui perubahan cuaca dan akibatnya.

"Caranya buat pemetaan daerah-daerah berbahaya dan daerah aman untuk beristirahat. Pengetahuan dan kearifan lokal juga menjadi hal penting untuk dipelajari," kata Yuni.

Anggota komunitas arung jeram melakukan susur Sungai Serayu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Anggota komunitas arung jeram melakukan susur Sungai Serayu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

2. Gunakan peralatan yang sesuai dan berkualitas dan dalam kondisi layak guna

Selain faktor lokasi kegiatan yang harus dipelajari, pentingnya menyiapkan dan mengecek peralatan juga perlu dilakukan.

Yuni mengatakan, peserta kegiatan susur sungai atau pun kegiatan alam lainnya wajib menggunakan peralatan yang sesuai dan berkualitas.

Artinya, kata dia, peralatan tersebut haruslah dalam kondisi layak untuk digunakan. Hal ini untuk menghindari risiko bencana atau bahaya yang bisa jadi menimpa saat kegiatan.

3. Susun rencana perjalanan yang sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan peserta

Cara ketiga juga tak kalah penting yaitu menyusun rencana sebelum kegiatan dimulai. Penyusunan perjalanan tersebut juga tidak boleh sembarangan.

"Menyusun rencana haruslah sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan peserta. Kelola risiko dengan perencanaan yang baik. Perencanaan juga termasuk pemetaan jalur-jalur evakuasi dan lainnya," jelas Yuni.

Sebelum susur Sungai Maron, wisatawan diwajibkan mengenakan pelampung untuk keselamatan selama perjalanan.Nicholas Ryan Aditya Sebelum susur Sungai Maron, wisatawan diwajibkan mengenakan pelampung untuk keselamatan selama perjalanan.

Jika sudah menyusun rencana perjalanan dengan sesuai, maka kegiatan susur sungai kamu akan menjadi aman dan dapat mengurangi risiko bahaya yang bisa terjadi.

Hal ini karena kamu sudah mengetahui jalur-jalur mana saja yang aman dan tidak melalui pemetaan dalam rencana perjalanan.

4. Hindari menyeberang di sungai jika masih terdapat jembatan

Jika menyusuri sungai dari daratan, terdapat kemungkinan untuk melakukan penyeberangan atau river crossing. Oleh karena itu, jika kamu melihat jembatan pergunakanlah jembatan tersebut.

"Hindari menyeberang di sungai jika masih terdapat jembatan, dan hindari menyeberang jika kondisi sungai membahayakan," jelas Yuni.

Wisatawan bisa menikmati paket susur Sungai Maron dengan perahu bermesin. Harga paket wisata susur sungai ini Rp 100.000 per perahu.Nicholas Ryan Aditya Wisatawan bisa menikmati paket susur Sungai Maron dengan perahu bermesin. Harga paket wisata susur sungai ini Rp 100.000 per perahu.

Selain itu, pilih titik untuk menyeberang yang aman dengan mempelajari hilir.

Lanjut Yuni, peserta kegiatan susur sungai wajib menyeberang di bagian yang hilirnya tenang dan bukan daerah berbahaya seperti terdapat dam, lubang, atau hidrolik.

Penting juga untuk menggunakan pelampung saat menyeberang. Kata Yuni, jangan menyeberang dalam kondisi air tinggi atau cuaca buruk.

"Cuaca buruk yang memengaruhi bukan hanya terjadi di lokasi, tetapi juga di hulu sungai. Perubahan cuaca ini harus dipantau dan dikomunikasikan ke lokasi menyeberang," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Dusun Semilir yang Ditutup, Bagaimana Seharusnya Protokol Kesehatan di Tempat Wisata?

Belajar dari Dusun Semilir yang Ditutup, Bagaimana Seharusnya Protokol Kesehatan di Tempat Wisata?

Whats Hot
Kanada Perpanjang Pembatasan Perjalanan Internasional hingga 2021

Kanada Perpanjang Pembatasan Perjalanan Internasional hingga 2021

Whats Hot
Libur Akhir Tahun Dipangkas, Contek Itinerary Roadtrip ke Bogor, Purwakarta, Bandung

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Contek Itinerary Roadtrip ke Bogor, Purwakarta, Bandung

Jalan Jalan
Catat, Ini Syarat Tourist Visa untuk Wisatawan Indonesia ke Thailand

Catat, Ini Syarat Tourist Visa untuk Wisatawan Indonesia ke Thailand

Whats Hot
Langgar Protokol Kesehatan, Wisata Dusun Semilir Ditutup

Langgar Protokol Kesehatan, Wisata Dusun Semilir Ditutup

Whats Hot
Jepang Punya Maskot Anti-Corona, Namanya Koronon

Jepang Punya Maskot Anti-Corona, Namanya Koronon

Whats Hot
Catat, Jadwal Terbaru Libur Akhir Tahun 2020 Setelah Dipangkas

Catat, Jadwal Terbaru Libur Akhir Tahun 2020 Setelah Dipangkas

Whats Hot
Jumlah Wisman ke Sumut Naik, Mayoritas dari Malaysia

Jumlah Wisman ke Sumut Naik, Mayoritas dari Malaysia

Whats Hot
Kuota Pendakian Gunung Piramid Dibatasi, Apa Alasannya?

Kuota Pendakian Gunung Piramid Dibatasi, Apa Alasannya?

Whats Hot
Gunung Piramid Punya Tingkat Bahaya Tinggi untuk Pendakian

Gunung Piramid Punya Tingkat Bahaya Tinggi untuk Pendakian

Whats Hot
Kemenparekraf Sosialisasikan Protokol CHSE untuk Pendakian Gunung

Kemenparekraf Sosialisasikan Protokol CHSE untuk Pendakian Gunung

Whats Hot
Libur Akhir Tahun, Ratusan Tempat Cuci Tangan Disiapkan di Tempat Wisata Gunungkidul

Libur Akhir Tahun, Ratusan Tempat Cuci Tangan Disiapkan di Tempat Wisata Gunungkidul

Whats Hot
Pariwisata di Nusa Penida Mulai Pulih, Ada Ratusan Wisatawan Saat Akhir Pekan

Pariwisata di Nusa Penida Mulai Pulih, Ada Ratusan Wisatawan Saat Akhir Pekan

Whats Hot
Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Sisi Timur Tutup 7 Hari

Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Sisi Timur Tutup 7 Hari

Whats Hot
Gunung Semeru Erupsi, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Gunung Semeru Erupsi, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X