Kompas.com - 11/03/2020, 12:05 WIB
Pemandu wisata (berbaju batik) mengantarkan wisatawan asing berkeliling Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (31/1/2011). KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPemandu wisata (berbaju batik) mengantarkan wisatawan asing berkeliling Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (31/1/2011).

Keraton Yogyakarta memiliki sejumlah peraturan unik yang harus ditaati para wisatawan. Setidaknya ada tujuh peraturan yang harus diikuti.

Pertama, berfoto membelakangi keraton dianggap tidak sopan. Hal ini tak lepas dari keraton yang dianggap sebagai simbol raja. Kedua, tidak boleh berfoto membelakangi abdi dalem.

Baca juga: 7 Kuliner Legendaris di Yogyakarta, Oseng-oseng Mercon sampai Mangut Lele

Ketiga, disarankan untuk tidak menggunakan topi di keraton. Keempat, wisatawan tidak bisa duduk di sembarang tempat. Kelima, kamu tidak bisa menyentuh koleksi museum atau alat lain di keraton tanpa izin.

Keenam, wisatawan tidak diperkenankan membawa kereta bayi, koper atau sesuatu yang beroda. Ketujuh, kamu harus izin jika membawa kamera, termasuk ponsel.

Masyarakat umum dapat menaiki replika Kereta Kencana Keraton Yogyakarta untuk berkeliling daerah Malioboro dan Keraton Yogyakarta.ARSIP MARGARIA GROUP Masyarakat umum dapat menaiki replika Kereta Kencana Keraton Yogyakarta untuk berkeliling daerah Malioboro dan Keraton Yogyakarta.
Dilansir Tribunnews.com, Keraton Yogyakarta menyimpan 23 kereta kencana milik Kesultanan Yogyakarta.  Lokasi kereta kencana itu ada di museum Kareta Keraton Ngayogyakarta.

Puluhan kerata kuda yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta tersebut memiliki beragam kegunaan dan memiliki nama yang berbeda-beda pula.

Uniknya, beberapa kereta yang ada di museum ini masih digunakan dalam upacara-upacara kebesaran keraton.

Baca juga: 7 Kuliner Legendaris di Yogyakarta, Oseng-oseng Mercon sampai Mangut Lele

Beberapa acara tersebut seperti upacara penobatan Sultan, pernikahan putra Sultan, atau mengantar jenazah sultan ke tempat peristirahatan terakhir.

Beberapa koleksi museum yang cukup menarik di antaranya adalah Kareta Kanjeng Nyai Jimad. Kereta kuda tersebut merupakan pusaka Keraton, buatan Belanda pada tahun 1750.

Kereta ini adalah hadiah dari Raja Spanyol yang saat itu sudah memiliki hubungan dagang dengan pihak Kesultanan Yogyakarta.

  • Jam buka dan jadwal pertunjukan

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berlokasi di Jalan Rotowijayan Blok No 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Tempat ini buka untuk wisata pada pukul 8.30 sampai 15.00 setiap hari kecuali hari Senin. Mulai tanggal 13 Januari 2020, setiap hari Senin libur untuk kunjungan wisata.

Pertunjukan Bangsal Srimanganti setiap Selasa sampai Minggu. Selasa pertunjukan Uyon-uyon pada pukul 10.00-12.00 WIB dan 12.30-14.30 WIB.

Rabu pertunjukan Wayang Golek pada 10.00-13.00 WIB. Kamis pertunjukan Wayang Kulit pada 10.00-13.00 WIB.

Jumat pertunjukan Macapat pukul 10.00-14.30 WIB. Sabtu dan Minggu pertunjukan Wayang Wong 10.30-13.00 WIB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X