Maskapai Tunda Penerbitan Majalah Penerbangan untuk Cegah Penularan Corona

Kompas.com - 03/05/2020, 07:14 WIB
Ilustrasi ShuterstockIlustrasi


JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyatakan telah melakukan berbagai penyesuaian dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan, salah satu penyesuaian yang dilakukan adalah meniadakan beberapa fasilitas dalam penerbangan, seperti majalah dan koran.

Baca juga: Dirut Garuda: Mohon Maaf Hari Ini Bapak Ibu, Tak Bisa Lagi Terlalu Melihat Wajah Pramugari Kami

"Kita juga melakukan banyak adjustment di layanan flight. Jadi majalah, koran kami mohon maaf untuk tidak lagi disediakan, karena ini menjadi media untuk perpindahan virus," kata dia dalam dengar pendapat virtual Komisi VI DPR RI, Rabu (29/4/2020).

Selain itu, fasilitas bantal dan makanan juga diatur sedemikian rupa dalam rangka pencegahan penyebaran virus di pesawat.

Namun, bagaimana dengan kondisi maskapai penerbangan Indonesia lainnya?

Tim Communications AirAsia, Dwi Addin Wibowo mengatakan hingga kini belum terdapat informasi terkait peniadaan majalah atau koran dalam perjalanan udara.

"Untuk sementara belum ada informasi yang bisa kami sampaikan terkait ini, akan kita hubungi lagi kalau sudah ada jawabannya ya mas," kata Dwi melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Sabtu (2/5/2020).

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak manajemen Lion Air belum dapat dihubungi Kompas.com terkait kebijakan majalah penerbangannya.

Baca juga: Thai Lion Air Beroperasi Kembali, Mulai dengan Penerbangan Domestik

 

Ilustrasi maskapai Delta Airlines. (Shutterstock) Ilustrasi maskapai Delta Airlines. (Shutterstock)
Maskapai penerbangan Amerika Serikat tunda penerbitan majalah penerbangan

Sementara itu, melansir The Points Guy, empat dari lima maskapai penerbangan Amerika Serikat telah menghapus majalah penerbangan mereka dari kursi penumpang.

Hal ini dilakukan usai lalu lintas penerbangan yang terdampak pandemi virus corona. Delta Air Lines, misalnya, menghapus majalah Sky dari pesawat sebagai langkah pembersihan pesawat.

Sebelum corona, majalah ini diketahui memiliki sirkulasi sebesar 5 juta pembaca. Adapun edisi cetak terakhirnya yaitu pada Maret 2020, dan edisi April tersedia online.

Juru bicara Delta Airlines, Adrian Gee, belum bisa memutuskan, kapan majalah akan kembali setelah virus corona berakhir.

Baca juga: Ragam Warna Seragam Pramugari Garuda Indonesia Punya Makna Tersendiri, Apa Saja?

Selain itu, Southwest Airlines juga menunda penerbitan Southwest: The Magazine. Edisi Maret 2020 merupakan kali terakhir majalah ini dipublikasikan.

Menurut Pace Communications, majalah tersebut memiliki 5,5 juta pembaca dan paling banyak dibaca di Amerika Serikat.

Maskapai penerbangan lain yang juga menunda penerbitan majalan adalah Alaska Airlines. Majalah Alaska Beyond yang diterbitkan oleh Paradigm Communications ini mencapai rata-rata pembaca 4 juta penumpang.

Sementara itu, mengutip Aircraft Interiors International, peniadaan koran dan majalah pada beberapa maskapai penerbangan diketahui merupakan salah satu cara untuk menghindari penumpang dari kuman atau virus.

Penempatan koran atau majalah dalam penerbangan yang berada di kantong kursi belakang penumpang dianggap sebagai penghantar kuman.

"Cara lain yang sangat penting untuk secara signifikan mengurangi paparan penularan kepada penumpang adalah untuk menghilangkan majalah dalam bentuk cetakan, dan sebaliknya membagikan konten yang sama melalui digital," tulis Laurent Safar, CEO of Adaptive Channel, dikutip Aircraft Interiors International, Senin (20/4/2020).

Baca juga: AirAsia Philippines Luncurkan APD Bak Pebalap F1 untuk Kru Kabin

 

Pesawat Delta Airlines.SHUTTERSTOCK Pesawat Delta Airlines.
Cegah virus corona

Laurent mengatakan, peralihan dari koran cetak menjadi koran digital dapat dibaca pada perangkat yang sama dengan majalah digital, adalah cara lain untuk menawarkan kepada penumpang konten berita yang diinginkan.

"Bisa dibaca di ruang tunggu bandara tentunya dengan perangkat mereka sendiri, melalui aplikasi seluler maskapai atau portal web di ruang tunggu," tambahnya.

Laurent menyepakati artikel Future Travel Experience yang mengatakan penumpang mungkin lebih waspada dengan menyentuh layar hiburan dalam pesawat (IFE) dan beralih ke perangkat mereka sendiri.

Ia menyebutkan, maskapai tak perlu khawatir dengan menghapus majalah atau koran di pesawat karena memiliki beragam manfaat di antaranya meningkatkan pendapatan tambahan, memotong biaya, menyelamatkan lingkungan, dan dalam rangka menghadapi dunia baru.

Baca juga: Cara Refund Tiket Mudik AirAsia, Bisa Ubah Jadwal atau Tukar Akun Kredit

Tingkatkan pendepatan

Maskapai penerbangan, menurut Laurent, dapat meningkatkan pendapatan tambahan jika memberikan konten pers digital.

"Sifat surat kabar dan majalah digital yang kaya konten memberi maskapai penerbangan peluang untuk menambang data yang akan meningkatkan kemampuan mereka dalam menayangkan iklan. Ini lebih efektif menarik penumpang," katanya.

Memotong biaya cetak

Hal lainnya adalah soal memotong biaya. Menghilangkan cetakan majalah atau koran juga merupakan cara terbaik untuk memotong biaya operasional maskapai.

Maskapai penerbangan akan mengalami pengurangan biaya bahan bakar yang signifikan karena menghilangkan bobot ekstra yang ditambahkan oleh koran dan majalah cetak.

"Menurut penelitian dari Boeing, menghilangkan bobot koran cetak dan majalah sama dengan penghematan tahunan lebih dari 4,5 juta dollar AS untuk armada pesawat berbadan lebar yang beroperasi 1.000 penerbangan per hari," kata APEX seperti dikutip Aircraft Interiors International.

Di sisi lain, juga menghilangkan biaya logistik yang terkait dengan penyediaan koran dan majalah cetak.

Baca juga: Lion Air dan Batik Air Resmi Beroperasi di Bandara YIA Per 29 Maret

Selamatkan lingkungan

Kemudian, maskapai penerbangan juga dapat berpartisipasi menyelamatkan lingkungan dengan menghilangkan limbah kertas dari koran dan majalah cetak.

Lebih dari itu, menghilangkan majalah dan koran cetak dalam pesawat juga dalam rangka mempersiapkan menghadapi dunia baru yaitu digitalisasi.

Semua orang telah menyadari bahwa majalah dan koran dalam bentuk cetak telah berubah ke arah digital.

Hal ini juga memberikan keunggulan finansial bagi maskapai karena dapat menekan biaya logistik dan operasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X