Kompas.com - 03/05/2020, 20:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kurma merupakan tumbuhan khas yang berasal dari Timur Tengah. Namun, pohon kurma juga bisa ditemukan di berbagai daerah lain di dunia salah satunya Indonesia.

Kurma secara ilmiah dikenal sebagai Phoenix dactilifera atau date palm. Di dunia ini, banyak sekali varietas yang dikenal sebagai pohon kurma.

Pohon kurma yang tumbuh di daerah asalnya yakni Timur Tengah memiliki beberapa perbedaan dengan kurma yang tumbuh di luar Timur Tengah, seperti Indonesia.

Baca juga: Sejarah Kurma di Timur Tengah, dari Peran sampai Cara Santap Kurma saat Ramadhan

Menurut Prof. Dr. Ir. Sudarsono, MSc., pakar kurma dari Institut Pertanian Bogor (IPB), kurma yang tumbuh di daerah Timur Tengah adalah jenis-jenis kurma yang memang berkembang di daerah kering (arid).

“Salah satu ciri utama dari tanaman kurma di daerah Timur Tengah antara lain untuk bisa berbunga, menghasilkan buah, dan berkembang menjadi kurma tamr memerlukan kondisi kering (lengas udara yang rendah) dan suhu yang tinggi pada periode pertumbuhan tertentu,” jelas Sudarsono pada Kompas.com, Rabu (29/3/2020).

Namun untuk urusan kebutuhan air dan nutrisi, tanaman tersebut tetap memerlukan jumlah yang cukup banyak untuk bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman untuk bisa menghasilkan buah kurma yang baik.

Buah kurma tumbuh lebat di halaman rumah salah satu warga kota Mataram, NTBKOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM Buah kurma tumbuh lebat di halaman rumah salah satu warga kota Mataram, NTB

Perbedaan lingkungan dan cuaca jadi masalah bagi pohon kurma dari Timur Tengah untuk bisa ditanam di daerah lain yang beriklim tropis termasuk Indonesia.

Indonesia punya curah hujan yang tinggi dan iklim yang cukup lembab. Hal itu berdampak pada kurma Timur Tengah tidak bisa berbunga atau menghasilkan buah sebaik di daerah asalnya.

“Di daerah asalnya, iklimnya merupakan iklim arid (kering) dengan kandungan lengas udara yang rendah, curah hujan yang rendah, dan suhu yang tinggi.

Kombinasi dari komponen iklim tersebut yang diperlukan oleh pohon kurma untuk menginduksi pembentukan bunga dan mendukung perkembangan buah kurma hingga mencapai tahapan perkembangan buah kurma Tamr,” tutur Sudarsono.

Hal itu menyebabkan pohon kurma di Indonesia tidak bisa menghasilkan buah yang berada pada tahap perkembangan tamr atau kurma kering.

 

Kurma asal Timur Tengah tetap bisa ditanam di daerah lain seperti di Pakistan, India, Australia, dan Amerika Serikat. Daerah tersebut memiliki iklim yang tergolong arid sehingga bisa mendukung pertumbuhan kurma.

Di Indonesia, beberapa daerah yang punya potensi untuk jadi tempat pertumbuhan kurma adalah di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang punya iklim relatif kering serta tidak banyak hujan.

Sementara untuk kurma-kurma yang ditanam di Indonesia, Sudarsono mengatakan bahwa kurma tersebut bukan asli berasal dari Indonesia melainkan berasal dari berbagai sumber.

Kebun kurma Barbate di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar KOMPAS.com/MASRIADI Kebun kurma Barbate di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar

Berasal dari biji

Sumber pertama menurutnya adalah berasal dari berbagai jenis buah kurma tamr yang diimpor ke Indonesia lalu bijinya tertanam dan tumbuh secara alami maupun sengaja ditanam.

Namun karena berasal dari berbagai daerah arid (kering), maka tanaman kurma di Indonesia yang tumbuh dengan cara ini secara genetik dan fisiologis tidak otomatis cocok dengan kondisi cuaca di Indonesia.

“Akibatnya kalau hanya untuk tumbuh dan berkembang tanamannya maka kelompok ini bisa. Namun tidak semua tanaman kurma dari kelompok ini dapat berbunga dengan baik,” papar Sudarsono.

Hal yang sama juga berlaku pada buah yang dihasilkan. Buahnya belum tentu punya kualitas yang baik serta punya rasa yang enak.

Berasal dari bibit

Kedua adalah jenis kurma yang sengaja didatangkan dalam bentuk bibit dari berbagai laboratorium di dunia. Jenis-jenis kurma yang didatangkan dalam bentuk bibit punya jenis yang sangat beragam.

Jenis pohon kurma seperti ini sangat bagus bagi orang-orang yang mau mengembangkan perkebunan kurma secara komersial karena bisa memilih mau mendatangkan bibit kurma tipe betina atau jantan.

Biasanya pemilik kebun akan menanam tanaman kurma tipe betina dalam proporsi yang lebih besar daripada tanaman kurma tipe Jantan agar produktivitas buah kurma per satuan luasnya meningkat.

Namun masalahnya sama dengan kurma yang ditumbuhkan dari biji, yakni kesesuaian tanaman untuk bisa tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Walaupun ada beberapa laporan di berbagai daerah bahwa ada kurma yang berhasil tumbuh, tetapi pohon tersebut masih berumur kurang dari 5 tahun sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut soal perkembangan tanaman kurma dan kemampuan berbuahnya.

“Selain itu, kalau pun berbuah baik dan enak, belum tentu mampu menghasilkan kurma tamr (kurma kering) karena kondisi cuaca (iklim) yang tidak mendukung untuk pengembangan buah kurma tamr,” papar Sudarsono.

Kurma El WahanaDok. Pixabay/Dimitris Vetsikas Kurma El Wahana

 

Didatangkan dari Thailand

Tipe ketiga adalah pohon kurma yang didatangkan dari Thailand baik dalam bentuk bibit asal biji atau dari biji kurma Thailand, dan dari bibit hasil kultur jaringan untuk kurma tropika asal Thailand, serta pohon induk kurma dewasa.

Jenis kurma ini disebut sebagai kurma tropika. Kurma jenis ini telah dikembangkan di Thailand sejak puluhan tahun lalu dan sudah beradaptasi baik dengan kondisi cuaca dan iklim di daerah tropis.

“Dengan demikian, kurma kelompok ini sudah terbukti mampu berbunga dan berbuah di daerah tropika, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, kurma jenis ini yang sebetulnya lebih cocok untuk dikembangkan di Indonesia atau dijadikan sebagai bahan dasar untuk pengembangan pertanaman kurma di Indonesia,” papar Sudarsono.

Masalah yang sama juga dihadapi oleh kurma yang berasal dari Thailand ini. Menurut Sudarsono, pohon kurma ini juga belum tentu mampu menghasilkan kurma tamr.

Menurutnya, buah kurma yang dipanen dari pohon kurma di Indonesia hanya bisa mencapai tahapan khalal atau awal dari ruthob karena kondisi cuaca dan iklim di sini tidak mendukung perkembangan kurma tamr.

Namun untungnya, menurut Sudarsono, permintaan atas kurma khalal dan ruthob diketahui cukup tinggi di pasaran Indonesia. Hal itu membuat kurma khalal dan ruthob bisa jadi peluang bisnis besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Travel Tips
HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Travel Tips
Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.