Kawasan Wisata Pantai di Malang Tutup Sementara

Kompas.com - 15/07/2020, 07:10 WIB
Pengunjung menyeberang laut di antara Pantai Gatra dan Pantai Clungup, Sabtu (8/8/2015). Pantai Gatra dan Clungup merupakan dua pantai di kawasan konservasi mangrove di Desa Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Perpaduan wisata pantai dan jelajah alam bisa kita nikmati sekaligus saat menuju dua pantai tersebut. KOMPAS/DAHLIA IRAWATIPengunjung menyeberang laut di antara Pantai Gatra dan Pantai Clungup, Sabtu (8/8/2015). Pantai Gatra dan Clungup merupakan dua pantai di kawasan konservasi mangrove di Desa Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Perpaduan wisata pantai dan jelajah alam bisa kita nikmati sekaligus saat menuju dua pantai tersebut.

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Malang memutuskan untuk menutup daerah tujuan wisata pantai yang terletak di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS), Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Hal ini untuk memutus mata rantai dan menekan penyebaran Covid-19. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengatakan bahwa, seluruh pengelola kawasan wisata yang ada di sepanjang Jalur Lintas Selatan, diminta menutup sementara kegiatan wisata di kawasan tersebut.

"Para pengelola wisata pantai yang ada di sepanjang Jalur Lintas Selatan, untuk sementara menutup dan melarang kegiatan wisata," kata Made, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (14/7/2020) seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Kangen Malang? Yuk Ngabuburit Virtual ke 6 Tempat Wisatanya, Ada Kampung Warna-warni Jodipan

Made menjelaskan, penutupan kawasan wisata pantai tersebut, dilakukan mulai 13 Juli 2020, sampai dengan dipenuhinya penerapan protokol kesehatan oleh para pelaku usaha wisata yang ada di wilayah tersebut.

Menurut Made, penutupan sementara tersebut dilakukan karena kurangnya pengawasan dari petugas kepada para pengunjung dalam menerapkan protokol kesehatan. Para wisatawan masih banyak yang tidak mengenakan masker, dan tidak menjaga jarak.

Beberapa alasan lainnya, lanjut Made, kunjungan wisatawan di kawasan wisata di Jalur Lintas Selatan tersebut juga cenderung melebihi batas maksimal yang sudah ditetapkan, yakni sebanyak 50 persen dari total kapasitas.

Pengunjung menikmati keelokan Pantai Tiga Warna di Desa Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, September lalu. Pantai Tiga Warna menyuguhkan keelokan alam, berpadu dengan nuansa konservasi mangrove dan wisata petualangan.KOMPAS/DAHLIA IRAWATI Pengunjung menikmati keelokan Pantai Tiga Warna di Desa Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, September lalu. Pantai Tiga Warna menyuguhkan keelokan alam, berpadu dengan nuansa konservasi mangrove dan wisata petualangan.

"Kami tutup sementara, agar pengelola kawasan wisata bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujar Made.

Nantinya, lanjut Made, jika pengelola wisata sudah menyiapkan prosedur standard penerapan protokol kesehatan dan ingin kembali membuka kawasan wisata tersebut, bisa mengajukan permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.

Baca juga: Cobain 10 Kuliner Legendaris di Kota Malang, Ada Warung Sate Berusia 1 Abad

Usai pengajuan tersebut, lanjut Made, akan dilakukan uji coba penerapan protokol kesehatan oleh Tim Satuan Tugas Wisata, Hotel, dan Restoran. Dalam uji coba tersebut, akan diketahui apakah tempat wisata tersebut layak untuk kembali beroperasi di tengah pandemi COVID-19.

Kawasan selatan Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah tujuan wisata pantai yang cukup digemari masyarakat Jawa Timur.

Beberapa pantai yang banyak dikunjungi wisatawan antara lain adalah, Pantai Pantai Batu Bengkung, Pantai Kondang Merak, Pantai Sendang Biru, and Pantai Bajul Mati. (Vicki Febrianto/Budi Suyanto)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X